Air Bersih Sulit, Jembatan Nyaris Putus! Beginilah Kondisi Warga Pascabanjir Merangin

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir di Kecamatan Tiang Pumpung, Kabupaten Merangin, akibat luapan air Sungai Batang Tembesi, Minggu (26/4/2026). Lebih 409 rumah terendam air, jembatan putus.

Banjir di Kecamatan Tiang Pumpung, Kabupaten Merangin, akibat luapan air Sungai Batang Tembesi, Minggu (26/4/2026). Lebih 409 rumah terendam air, jembatan putus.

Merangin, jentik.id-Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Merangin dan Sarolangun masih menyisakan dampak besar bagi warga. Selain kehilangan harta benda, masyarakat kini kesulitan mendapatkan air bersih dan menghadapi akses transportasi yang terganggu.

Di Kecamatan Tiang Pumpung, Kabupaten Merangin, dua desa yang menerima dampak paling parah yaitu Desa Rantau Limau Kapas dan Desa Baru Sungai Sakai.

Pantauan pada Senin (27/4/2026) menunjukkan Desa Rantau Limau Kapas masih dipenuhi lumpur tebal. Warga bergotong royong membersihkan rumah dan jalan dari sisa material banjir.

Lumpur merendam peralatan rumah tangga seperti lemari, meja, kursi, hingga barang elektronik. Banyak alat elektronik rusak dan tidak bisa dipakai lagi.

Seorang warga mengatakan masyarakat masih mengandalkan air sungai untuk membersihkan rumah karena mereka belum memiliki akses air bersih.

“Kami masih memakai air sungai untuk membersihkan lumpur di rumah. Banyak barang elektronik juga rusak total karena terendam air dan lumpur,” ujarnya.

Baca Juga :  Wawako Azhar Hadiri Baksos Terintegrasi, Puluhan Warga Terima Operasi Katarak dan Khitanan Gratis

Warga juga mengeluhkan belum masuknya bantuan dasar seperti air bersih, bahan makanan, dan pakaian hingga beberapa hari setelah banjir.

Selain itu, listrik dan jaringan telekomunikasi masih terputus total sehingga aktivitas warga semakin sulit.

Masalah lain yang paling dirasakan warga adalah kondisi jembatan gantung yang rusak parah. Jembatan utama yang menghubungkan antarpermukiman itu kini nyaris putus dan warga tidak bisa melaluinya.

Akibatnya, warga harus memakai perahu tempel untuk menyeberangi Sungai Tembesi. Namun, derasnya arus sungai membuat perjalanan menjadi berbahaya.

Kapasitas perahu yang terbatas juga membuat warga sulit membawa bahan makanan, pakaian, dan air bersih. Anak-anak yang harus menyeberang sungai untuk pergi ke sekolah pun menghadapi risiko tinggi.

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan gantung agar aktivitas kembali normal dan bantuan bisa masuk lebih cepat.

Baca Juga :  Ratusan KK Korban Bencana Alam Terima Bantuan

Kondisi Banjir di Sarolangun Mulai Membaik

Sementara itu, kondisi banjir di Kabupaten Sarolangun mulai membaik.

BPBD Provinsi Jambi menyebut banjir yang terjadi hanya bersifat sementara sehingga air cepat surut dan warga yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan dukungan personel jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Kalau memang membutuhkan personel, kami sudah berkoordinasi dengan Korem dan siap menurunkan sekitar 100 personel. Sampai hari ini, permintaan itu belum masuk,” ujarnya.

Meski kondisi mulai membaik, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit air, terutama di wilayah hilir.

BPBD juga meminta BPBD Kota Jambi terus memantau tinggi muka air sungai sebagai langkah antisipasi dini.

“Kalau tinggi muka air sudah di atas 17,70 meter, itu menjadi tanda peringatan dan kita harus siap siaga,” pungkasnya. (nr*)

Berita Terkait

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta
TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026
Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra
Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas
Kesal Hanya Diberi Rp5 Ribu, Karyawan di Jambi Nekat Bawa Kabur Motor Bos
Nagari Ramai-ramai Tolak Tol Sicincin-Bukittinggi
Lansia di Talang Bakung Dibekap dan Dirampok, Polisi Berhasil Ringkus Sejoli Pelaku
Fortuner Diduga Hilang Kendali, IRT Tewas Usai Motor yang Dikendarainya Ditabrak di Telanaipura
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:47 WIB

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:59 WIB

TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29 WIB

Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:02 WIB

Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:21 WIB

Kesal Hanya Diberi Rp5 Ribu, Karyawan di Jambi Nekat Bawa Kabur Motor Bos

Berita Terbaru