Atraksi Silat dan Sike Warnai Penyambutan Bambu Karamentang di Rio Mendiho Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lantunan Sike Negeak Karamentang mengiringi Penyambutan bambu Karamentang

lantunan Sike Negeak Karamentang mengiringi Penyambutan bambu Karamentang

SUNGAI PENUH, jentik.id – Masyarakat Luhah Rio Mendiho, Sungai Penuh, menggelar penyambutan bambu Karamentang sepanjang 30 meter dengan penuh semangat pada Kamis (11/06/2026). Prosesi berlangsung meriah dengan iringan Sike Negeak Karamentang serta atraksi Pencak Silat anak jantan Rio Mendiho.

Karamentang merupakan bendera pusaka adat yang dipasang menjulang tinggi di lokasi upacara adat. Pusaka ini menandai dimulainya perhelatan Kenduri Sko di Sungai Penuh, tradisi adat terbesar yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi.

Masyarakat mengarak bambu Karamentang sebagai simbol utama persiapan Kenduri Sko. Mereka menegaskan bahwa pusaka ini bukan sekadar bambu, tetapi lambang kebesaran adat dan tanda kuatnya persatuan dalam negeri adat yang menggelar pesta budaya.

Baca Juga :  Gerakan 3S Panen Penghargaan, Bukti Aksi Sederhana Bisa Berdampak Besar

Warga juga memaknai Karamentang sebagai simbol marwah adat yang mencerminkan kehormatan depati, ninik mamak, pemangku adat, dan seluruh masyarakat Kerinci.

Masyarakat 6 Luhah Sungai Penuh menjalankan seluruh proses pengambilan hingga pendirian Karamentang secara gotong royong melalui tahapan adat yang sarat nilai budaya dan spiritual.

Secara historis, 6 Luhah Sungai Penuh memegang peran penting dalam struktur adat dan pemerintahan tradisional. Keenam luhah ini menjaga hukum adat, menyelesaikan sengketa, serta mengawal berbagai upacara adat hingga kini.

Dalam kehidupan sosial, 6 Luhah tidak hanya membagi wilayah adat, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat. Warga dari berbagai suku dan keluarga besar terus menjaga ikatan kebersamaan yang diwariskan leluhur.

Baca Juga :  Pasar Sudah Rapi, Emak-Emak Minta Pemkot Jangan Kendor Awasi Pedagang Bandel

Tokoh adat menegaskan tegaknya Karamentang sebagai tanda seluruh unsur adat telah bersatu menyukseskan Kenduri Sko. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan melestarikan budaya di tengah arus modernisasi.

Karamentang menjadi penanda dimulainya rangkaian Kenduri Sko, yang meliputi pengukuhan gelar adat, pembersihan pusaka, doa keselamatan negeri, hingga ungkapan syukur masyarakat.

Iringan Sike Negeak Karamentang dan atraksi silat menambah kekhidmatan prosesi tersebut. Masyarakat berharap nilai adat tetap hidup dan menjadi pedoman generasi mendatang sebagai warisan budaya yang terus dijaga. (nr)

Berita Terkait

Warga Rio Mendiho Sambut Tiang Karamentang, Semarakkan Rangkaian Kenduri Sko Sungai Penuh
Atasi Persoalan Sampah, Wako Alfin Jalin Kolaborasi dengan Yayasan Regen.
Wako Alfin Dukung Pelestarian Budaya Lewat Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh
Safari Jumat di Tanah Kampung, Wako Alfin Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid
Cegah Penyalahgunaan Data, Wako Alfin Pimpin Pemusnahan KTP Rusak
Akibat Pemadaman Listrik, Air PDAM Sungai Penuh Terhenti Sementara
Hari Lingkungan Hidup 2026, Wako Alfin Ajak ASN Mulai Gerakan Pilah Sampah
Jelang Penilaian Provinsi, Wako Alfin Turun Langsung Kawal Persiapan Lomba PKK.
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:25 WIB

Atraksi Silat dan Sike Warnai Penyambutan Bambu Karamentang di Rio Mendiho Sungai Penuh

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:20 WIB

Warga Rio Mendiho Sambut Tiang Karamentang, Semarakkan Rangkaian Kenduri Sko Sungai Penuh

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:29 WIB

Atasi Persoalan Sampah, Wako Alfin Jalin Kolaborasi dengan Yayasan Regen.

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:01 WIB

Wako Alfin Dukung Pelestarian Budaya Lewat Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:24 WIB

Safari Jumat di Tanah Kampung, Wako Alfin Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

Berita Terbaru