Sungai Penuh, jentik.id – Bencana tanah longsor kembali terjadi di ruas jalan nasional KM 35 jalur Sungai Penuh–Tapan (Pesisir Selatan) pada Minggu (05/04/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, akses jalan untuk kendaraan roda empat terputus total. Jalur vital perekonomian yang menghubungkan Sungai Penuh–Kerinci melalui Sumatera Barat hingga Mukomuko, Bengkulu, untuk sementara tidak dapat dilalui.
Syaiful (45), seorang pedagang ikan yang rutin melintasi jalur tersebut dua kali dalam sepekan, mengatakan longsor dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Pesisir Selatan sejak Jumat (03/04/2026) hingga Minggu dini hari.
“Selain hujan deras, juga disertai angin kencang. Bahkan di sepanjang pantai Pesisir Selatan terjadi badai, sehingga nelayan tidak bisa melaut. Hal ini menyebabkan beberapa pohon tumbang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, material longsor dan pohon tumbang menutup badan jalan terdapat di beberapa titik. Saat ini, kendaraan roda empat tidak dapat melintas, hanya kendaraan roda dua.sebab sisa badan jalan tinggal sekitar satu meter.
Menurutnya, mudah terjadi lonsor, karena kondisi tebing di sepanjang jalan nasional tersebut cukup terjal, dengan kemiringan sekitar 45–60 derajat, sehingga sangat rawan longsor saat hujan.
Kapolsek Kota Sungai Penuh, AKP Eko Munkoid, didampingi Kasi Humas Polres Kerinci IPTU D.S. Sitinjak, membenarkan peristiwa longsor tersebut.
“Longsor terjadi sejak Minggu malam sekitar pukul 22.30 WIB di KM 35 jalur Sungai Penuh–Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat,” jelasnya.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan instansi terkait untuk segera menangani dampak longsor.
Sejak pukul 08.30 WIB, alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material tanah dan pohon tumbang yang menutupi badan jalan.
Kapolsek menegaskan, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena jalur tersebut merupakan akses strategis dan urat nadi perekonomian masyarakat sudah penuh-Kerinci.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat melintasi jalur tersebut, terutama di musim hujan yang berpotensi memicu longsor susulan. (am)









