Ekskavator Disita, 4 Penambang Ilegal Diciduk di Bungo, Publik Desak Usut Penadah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Bungo menangkap 4 pelaku tambang emas ilegal dan menyita satu unit alat berat di kawasan Desa Baru Pelepat, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo pada Selasa (28/4/2026).

Polres Bungo menangkap 4 pelaku tambang emas ilegal dan menyita satu unit alat berat di kawasan Desa Baru Pelepat, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo pada Selasa (28/4/2026).

Bungo, Jentik.id – Polres Bungo menindak aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Baru Pelepat, Kecamatan Pelepat pada Selasa (28/4/2026). Dalam operasi itu, polisi menyita satu unit ekskavator dan menangkap empat pria yang terlibat.

Polisi mengamankan RS (22), M (37), SA (23), dan PI (25). Selain itu, petugas menyita alat tambang berupa selang, ember, karpet, dulang, serta material yang mengandung emas.

“Petugas mengamankan empat terduga pelaku beserta alat berat dan perlengkapan tambang,” tulis pihak kepolisian melalui akun resminya.

Saat ini, penyidik menahan keempat pelaku di Mapolres Bungo dan menjerat mereka dengan Pasal 158 UU Minerba junto Pasal 20 huruf c KUHP.

Baca Juga :  Bongkar PETI di Merangin! Polda Jambi Ringkus 7 Pelaku Sekaligus

Penangkapan ini memicu perhatian publik. Warganet menilai aktivitas PETI di wilayah Pelepat melibatkan lebih dari satu alat berat.

Mereka mendesak aparat untuk mengusut pihak lain yang terlibat, termasuk beking dan penadah emas hasil tambang ilegal.

Di sisi lain, aktivitas PETI memicu protes dari pihak sekolah. Puluhan guru dan staf SMAN 8 Bungo menggelar aksi damai di Kecamatan Rantau Pandan pada Rabu (29/4/2026).

Mereka melepas alas kaki dan berjalan di tanah berlumpur menuju lokasi tambang sebagai bentuk penolakan.

Pihak sekolah menyebut aktivitas tambang berada sangat dekat dengan lingkungan belajar dan mengganggu proses pendidikan.

Baca Juga :  Jalan Rusak Picu Kemacetan Parah di Muara Bulian, Ribuan Kendaraan Terjebak

“Kami ingin ketenangan saat belajar mengajar,” ujar perwakilan sekolah.

Guru juga menjelaskan bahwa aparat sempat merazia lokasi tersebut. Namun, sekitar satu bulan kemudian, aktivitas tambang kembali berlangsung.

Di lokasi, tampak lahan rusak dengan lubang galian berisi air. Operator menjalankan ekskavator untuk mengeruk tanah, sementara pelaku lain mengoperasikan mesin dompeng di sungai untuk menyedot material.

Pihak sekolah berharap pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah tegas dan berkelanjutan.

“Kami mohon bantuan agar sekolah kami diselamatkan,” tutupnya. (nr*)

Berita Terkait

Ketegangan Pecah di DPRD Jambi, Mahasiswa dan Polisi Sempat Saling Dorong
Jambi Lumpuh Akibat Blackout, DPRD Usulkan Skema Kompensasi untuk UMKM
Geger Mayat Mengambang di Sungai Batang Tebo, Diduga Terkait Pengejaran Bandar Narkoba
Tiga Pekerja Meregang Nyawa di Tongkang Sungai Batanghari, Diduga Keracunan Gas
Baru 3 Hari Dilantik, Puluhan Kepsek di Muaro Jambi Serentak Mundur, Ini Penyebabnya
Puluhan Pelajar SMKN 1 Kota Jambi Muntah Usai Santap MBG
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir Silaturahmi ke PWI Jambi, Ajak Wartawan Perkuat Soliditas
Kapolda Jambi Minta Jajaran Adaptif Hadapi Perkembangan Media Siber dan Media Sosial
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:53 WIB

Ketegangan Pecah di DPRD Jambi, Mahasiswa dan Polisi Sempat Saling Dorong

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:43 WIB

Jambi Lumpuh Akibat Blackout, DPRD Usulkan Skema Kompensasi untuk UMKM

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:41 WIB

Geger Mayat Mengambang di Sungai Batang Tebo, Diduga Terkait Pengejaran Bandar Narkoba

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:47 WIB

Tiga Pekerja Meregang Nyawa di Tongkang Sungai Batanghari, Diduga Keracunan Gas

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:16 WIB

Baru 3 Hari Dilantik, Puluhan Kepsek di Muaro Jambi Serentak Mundur, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru