Jakarta, jentik.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait dampak fenomena El Niño yang diperkirakan akan memengaruhi musim kemarau 2026 di Indonesia.
Fenomena ini diprediksi memicu kemarau lebih panjang, peningkatan suhu udara, serta penurunan curah hujan di berbagai wilayah.
BMKG menyebutkan, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan lonjakan suhu udara akibat meningkatnya intensitas paparan sinar matahari dan indeks radiasi ultraviolet (UV), terutama pada siang hari ketika langit cenderung cerah tanpa tutupan awan.
Selain suhu yang lebih panas, El Niño juga diperkirakan memicu kekeringan ekstrem, Lebih dari 80 persen wilayah Indonesia, terutama daerah di selatan khatulistiwa seperti Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga sebagian Papua, diprediksi mengalami curah hujan di bawah kondisi normal selama musim kemarau.
Kondisi udara yang semakin kering juga berpotensi memperburuk kualitas udara. Konsentrasi polutan diperkirakan meningkat sehingga dapat memicu gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta meningkatkan risiko dehidrasi akibat cuaca panas yang berkepanjangan.
Di sisi lain, peningkatan suhu dan minimnya curah hujan turut meningkatkan kerawanan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memiliki kawasan hutan dan lahan gambut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas ekstrem.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan tabir surya (sunscreen), kacamata hitam, topi, atau pakaian yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung.
Masyarakat juga diingatkan untuk memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga hidrasi tubuh serta mengurangi aktivitas berat di luar ruangan pada siang hari ketika suhu udara dan paparan sinar ultraviolet berada pada tingkat tertinggi.
BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi agar dapat mengantisipasi berbagai dampak yang ditimbulkan oleh fenomena El Niño selama musim kemarau 2026.
Apabila akan diterbitkan, pastikan seluruh informasi mengenai prakiraan El Niño dan dampaknya telah dikonfirmasi dengan rilis resmi BMKG terbaru agar akurat dan sesuai perkembangan terkini.









