Operasi SAR Memasuki Radius Zona Rawan Anak Gunung Krakatau, Cari Lima Jurnalis Yang Hilang.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan Terus Melakukan operasi pencarian Lima Jurnalis yang hilang saat meliputi erupsi Anak Gunung Krakatau

Tim SAR Gabungan Terus Melakukan operasi pencarian Lima Jurnalis yang hilang saat meliputi erupsi Anak Gunung Krakatau

Jakarta, jentik.id- Tim SAR gabungan terus memperluas operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Memasuki hari keempat, tim SAR mulai menyisir sejumlah pulau di sekitar kawasan tersebut, termasuk Pulau Panjang dan Pulau Sertung radius 3 kilometer dan zona rawan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pencarian hari ini difokuskan pada sejumlah sektor yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan lima jurnalis tersebut.

“Operasi pencarian hari ini akan dilakukan penyisiran ke Pulau Panjang dan Pulau Sertung. Pencarian sudah memasuki hari keempat terhadap speedboat yang mengalami lost contact di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau,” kata Al Amrad di Carita, Kabupaten Pandeglang, Jumat (11/9/2026).

Menurut dia, tim SAR gabungan dibagi menjadi empat sektor untuk memperluas cakupan pencarian. Penyisiran dilakukan terhadap pulau-pulau yang berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Sertung termasuk zona merah yang berjarak 3 kilometer dari anak gunung krakatau.”ujarnya

Baca Juga :  Gempa Terdasat Korban Tewas Baru Ditemukan 1.430 Orang, Sekitar 70.000 Warga Masih Dinyatakan Hilang

Namun, upaya memasuki Pulau Sertung menghadapi kendala karena wilayah tersebut masih berada dalam zona rawan.

Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Pulau Sertung berada dalam radius sekitar tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
“Pulau Sertung itu memasuki radius tiga kilometer.

Sebagaimana kita ketahui bersama, berdasarkan data PVMBG, wilayah tersebut masih merupakan daerah rawan. Tetapi kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke sana dengan mempertimbangkan data BMKG dan BNPB serta tindakan yang harus dilakukan untuk memastikan kondisi di lokasi,” ujar Al Amrad.

Kondisi cuaca di perairan Selat Sunda juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam operasi pencarian.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di wilayah tersebut pada Jumat pagi dilaporkan cerah berawan.
“Berdasarkan data BMKG yang kami dapat, cuaca cerah berawan. Mudah-mudahan sampai sore tetap cerah berawan, karena perubahan cuaca sangat mengganggu visibility dalam proses pencarian,” katanya.

Baca Juga :  72.783 Anak dan Wanita Tewas dalam Agresi Israel di Jalur Gaza

Selain mengerahkan personel dan kapal, Basarnas juga memperluas pencarian melalui pemantauan udara menggunakan drone di sekitar Pulau Sangiang.

Pengoperasian drone dilakukan dengan dukungan Kapal Negara (KN) SAR Tetuka.
Meski demikian, pencarian melalui udara belum memberikan hasil maksimal karena kondisi di sekitar kawasan masih tertutup asap.

Sebelumnya, tim SAR gabungan bersama sejumlah nelayan setempat telah melakukan penyisiran ke pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk menemukan lima jurnalis yang dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi.

Hingga Jumat (11/9/2026), kelima jurnalis tersebut belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dengan memperluas area operasi sekaligus mempertimbangkan faktor keselamatan personel di kawasan yang berstatus rawan tersebut.(asy*)

 

Berita Terkait

Satu Keluarga Luka Bakar Serius Akibat Ledakan Tabung Gas di Kerinci
Kenangan Sosok AKP Veri Prasetyawan di Mata Jurnalis Kerinci Dan Sungai Penuh
Fenomena El Niño Picu Kemarau Panjang, BMKG Ingatkan Lonjakan Suhu Udara dan Risiko Kekeringan
WNI Diduga Disandera Di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta
3.342 Orang Tewas dan 16.700 Terluka, Korban Gempa Dahsyat Venezuela
Terjadi Kecelakaan di Ruas Jalan Nasional Sungai Penuh–Tapan, Empat Penumpang Jadi Korban, Satu Kritis
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 1.943 Jiwa
Tim SAR Dan Relawan Berpacu dengan Waktu Evakuasi Korban Gempa Venezuela, Hari Ke Enam Korban Tewas Capai 1.450 Orang
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:30 WIB

Operasi SAR Memasuki Radius Zona Rawan Anak Gunung Krakatau, Cari Lima Jurnalis Yang Hilang.

Rabu, 9 September 2026 - 20:41 WIB

Satu Keluarga Luka Bakar Serius Akibat Ledakan Tabung Gas di Kerinci

Rabu, 2 September 2026 - 01:03 WIB

Kenangan Sosok AKP Veri Prasetyawan di Mata Jurnalis Kerinci Dan Sungai Penuh

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:57 WIB

Fenomena El Niño Picu Kemarau Panjang, BMKG Ingatkan Lonjakan Suhu Udara dan Risiko Kekeringan

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:46 WIB

WNI Diduga Disandera Di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB