MUARA BULIAN, jentik.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat luas lahan terbakar mencapai 1.673 hektare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Batang Hari, Sholihin, menyampaikan data tersebut di Muara Bulian, Kamis (5/11/2026). Berdasarkan rekapitulasi hingga 3 November 2026, kebakaran menyebar ke sejumlah kecamatan yang mencakup lahan mineral dan gambut.
Selain mencatat luas kebakaran, BPBD juga mendeteksi 1.373 titik panas (hotspot) dan 365 titik api (firespot) selama periode pemantauan.
Sholihin menyebut Batang Hari mencatat luas karhutla terbesar dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Jambi.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Batang Hari terus meningkatkan penanganan karhutla. Petugas berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memadamkan api dan mencegah munculnya kebakaran baru.
BPBD juga memantau kondisi lapangan secara berkala. Langkah ini membantu petugas mendeteksi perkembangan titik api sekaligus mengantisipasi penyebaran kebakaran ke wilayah lain.
Pemerintah daerah terus mengupayakan penanganan agar kebakaran tidak semakin meluas. Petugas juga mengintensifkan langkah pencegahan untuk menekan risiko kebakaran susulan.
Besarnya luas lahan terbakar mendorong BPBD dan instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan. Pemerintah daerah berharap upaya pemadaman dan pencegahan dapat menekan dampak karhutla di Kabupaten Batang Hari. (nr*)









