Karhutla di Batang Hari Capai 1.673 Hektare, BPBD Perkuat Penanganan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Batang Hari sedang melakukan proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kamis (5/11/2026). (ANTARA/Riski Apriyani).

BPBD Batang Hari sedang melakukan proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kamis (5/11/2026). (ANTARA/Riski Apriyani).

MUARA BULIAN, jentik.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat luas lahan terbakar mencapai 1.673 hektare.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Batang Hari, Sholihin, menyampaikan data tersebut di Muara Bulian, Kamis (5/11/2026). Berdasarkan rekapitulasi hingga 3 November 2026, kebakaran menyebar ke sejumlah kecamatan yang mencakup lahan mineral dan gambut.

Baca Juga :  Al Haris Buka Pintu untuk BAMAG LKK Jambi, Siap Hadiri Pelantikan Pengurus

Selain mencatat luas kebakaran, BPBD juga mendeteksi 1.373 titik panas (hotspot) dan 365 titik api (firespot) selama periode pemantauan.

Sholihin menyebut Batang Hari mencatat luas karhutla terbesar dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Jambi.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Batang Hari terus meningkatkan penanganan karhutla. Petugas berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memadamkan api dan mencegah munculnya kebakaran baru.

BPBD juga memantau kondisi lapangan secara berkala. Langkah ini membantu petugas mendeteksi perkembangan titik api sekaligus mengantisipasi penyebaran kebakaran ke wilayah lain.

Baca Juga :  Karhutla Kembali Muncul di Batang Hari, 2,5 Hektare Lahan Terbakar

Pemerintah daerah terus mengupayakan penanganan agar kebakaran tidak semakin meluas. Petugas juga mengintensifkan langkah pencegahan untuk menekan risiko kebakaran susulan.

Besarnya luas lahan terbakar mendorong BPBD dan instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan. Pemerintah daerah berharap upaya pemadaman dan pencegahan dapat menekan dampak karhutla di Kabupaten Batang Hari. (nr*)

Berita Terkait

Pemancing yang Hanyut di Solok Selatan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup
Lantik Ketua TP-PKK Kecamatan, Wali Kota Alfin Dorong Kader Lebih Kreatif dan Kompak
Wawako Azhar Hamzah Beri Dukungan kepada Kafilah Sungai Penuh, Minta Jaga Kekompakan dan Sportivitas
404 Barang Bukti Dimusnahkan! Kejari Batang Hari Bongkar Rincian 34 Perkara
Kasus Korupsi Pasar Ikan Rp 22 Miliar Memanas, Wakil Wali Kota Sibolga Ikut Diperiksa
Solok Selatan Gandeng 5 Perusahaan Sawit, RSUD Batang Sangir Siap Berbenah
Omzet Tembus Rp3 Juta Sehari, Bazar MTQH Jambi Jadi Ladang Cuan Pelaku UMKM
Alfin Hadiri Pelantikan Saiful Roswandi, Pemkot Sungai Penuh Dorong Pelayanan Makin Transparan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:48 WIB

Pemancing yang Hanyut di Solok Selatan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

Jumat, 6 November 2026 - 14:58 WIB

Wawako Azhar Hamzah Beri Dukungan kepada Kafilah Sungai Penuh, Minta Jaga Kekompakan dan Sportivitas

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

404 Barang Bukti Dimusnahkan! Kejari Batang Hari Bongkar Rincian 34 Perkara

Kamis, 5 November 2026 - 21:16 WIB

Karhutla di Batang Hari Capai 1.673 Hektare, BPBD Perkuat Penanganan

Kamis, 5 November 2026 - 12:57 WIB

Kasus Korupsi Pasar Ikan Rp 22 Miliar Memanas, Wakil Wali Kota Sibolga Ikut Diperiksa

Berita Terbaru