Sungai Penuh, jentik.id – Sejumlah lampu pengatur lalu lintas (traffic light) di sejumlah persimpangan utama Kota Sungai Penuh dilaporkan tidak lagi berfungsi secara optimal. Perangkat yang merupakan aset lama peninggalan Kabupaten Kerinci itu diperkirakan telah berusia sekitar 25 tahun sehingga mengalami penurunan fungsi akibat faktor usia.
Beberapa titik yang mengalami kerusakan di antaranya berada di Simpang Empat Jalan Utama, Simpang Empat Kota Lolo, Simpang Tiga depan Kantor PLN, serta Simpang Empat Simpang Raya.
Kondisi tersebut menyebabkan arus kendaraan sering tidak teratur, terutama pada jam-jam sibuk, sehingga meningkatkan risiko kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Sungai Penuh segera melakukan perbaikan maupun penggantian perangkat traffic light yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
Selain banyak yang padam, beberapa lampu juga mengalami gangguan fungsi sehingga tidak dapat memberikan isyarat lalu lintas secara normal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh, Dianda, mengakui kondisi traffic light di dalam kota memang sudah sangat tua dan tidak layak lagi dioperasikan.
“Kami tidak tinggal diam. Selama ini perawatan terus dilakukan secara berkala semaksimal mungkin. Namun karena usia perangkat sudah terlalu tua, kerusakan terus berulang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan personel dan kondisi peralatan membuat Dishub harus berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polres Kerinci untuk mengatur arus kendaraan secara manual.
“Setiap jam sibuk, sekitar pukul 07.30 WIB dan 14.30 WIB, personel Dishub bersama Satlantas Polres Kerinci ditempatkan di sejumlah persimpangan yang memiliki traffic light untuk mengatur lalu lintas agar tetap lancar dan aman,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, mengaku prihatin atas kondisi traffic light yang sudah tidak berfungsi maksimal.
“Pemerintah Kota Sungai Penuh terus berupaya agar arus lalu lintas tetap berjalan normal guna menghindari kemacetan dan kecelakaan, terutama pada jam-jam padat kendaraan,” katanya.
Dengan nada bercanda, Azhar menggambarkan kondisi lampu lalu lintas yang sudah sangat tua.
“Lampu traffic light kita ini, lampu hijaunya sudah berubah jadi biru,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Azhar, Pemerintah Kota Sungai Penuh sebenarnya telah mengusulkan pengadaan traffic light baru kepada Kementerian Perhubungan sekitar dua tahun lalu. Namun hingga kini usulan tersebut belum mendapatkan realisasi.
“Kami sudah menyampaikan proposal ke Kementerian Perhubungan di Jakarta sejak dua tahun lalu, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Kondisi seperti ini juga dialami oleh sejumlah daerah lainnya,” tutup Azhar.(asy*)









