Modal Asing Masuk Rp126 Triliun, Menkeu Soroti Pasar Saham yang Masih Tertekan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Suahasil Nazara di sela-sela gelaran Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta Pusat

Menteri Keuangan Suahasil Nazara di sela-sela gelaran Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta Pusat

JAKARTA, jentik.id – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mencatat arus modal asing atau capital inflow mencapai Rp126 triliun hingga akhir Oktober 2026. Meski demikian, pasar saham Indonesia masih menghadapi tekanan akibat keluarnya dana investor asing sejak awal tahun.

Suahasil menjelaskan, investor asing masih menunjukkan minat terhadap instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kedua instrumen tersebut menjadi tujuan masuknya modal asing ke Indonesia.

“Kami laporkan kepada Bapak Presiden bahwa terjadi inflow sampai saat ini masih inflow sekitar Rp126 triliun sepanjang tahun dari Januari sampai dengan akhir Oktober kemarin, dan ini adalah inflow yang baik, namun kita tetap menginginkan bahwa pasar saham kita itu diperbaiki,” kata Suahasil usai Taklimat Presiden RI di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Pasar Saham Masih Alami Capital Outflow

Di tengah masuknya modal asing ke instrumen keuangan negara, pasar saham justru mengalami kondisi berbeda. Suahasil menyebut investor asing masih menarik dananya dari pasar saham domestik sejak awal 2026.

Baca Juga :  Indonesia dan Turki Terancam Turun Status MSCI, Ini Penyebabnya

Pemerintah berharap perbaikan kondisi pasar dapat meningkatkan kepercayaan investor. Dengan begitu, pasar saham Indonesia kembali menarik modal asing dan mendorong pertumbuhan investasi.

“Pasar saham memang masih terjadi capital outflow dengan berbagai macam perkembangan yang sejak awal tahun. Kita berharap bahwa pasar saham kita nanti akan lebih baik, dan kemudian nanti mulai juga memberikan capital inflow menjadi daya tarik untuk masuknya modal ke dalam negeri,” ujarnya.

Yield SBN Naik Akibat Gejolak Global

Selain tekanan di pasar saham, pemerintah juga mencermati kenaikan imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN).

Suahasil menjelaskan, gejolak geopolitik dan kondisi ekonomi global turut memengaruhi kenaikan imbal hasil tersebut. Salah satu faktor yang menjadi perhatian pemerintah adalah lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat mencapai 114 dolar AS per barel.

Meski harga minyak mulai turun dalam beberapa hari terakhir, pemerintah tetap mengantisipasi dampaknya terhadap perekonomian dan anggaran negara.

“Kami melihat bahwa kalau di pasar SBN itu suku bunga SBN yield-nya itu juga mulai meningkat, ini adalah karena efek dari luar negeri yang di dunia ini, kan, terlihat bahwa harga minyak itu meningkat, meskipun dalam beberapa hari ini agak turun, ya,” tegas Suahasil.

Baca Juga :  PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu Mau Jadi Komcad, Ini Penjelasan MenPANRB

Prabowo Dorong Investasi Langsung Asing

Dalam taklimat tersebut, Suahasil menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memperbaiki kondisi pasar saham sekaligus meningkatkan investasi asing.

Namun, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada investasi langsung atau Foreign Direct Investment (FDI). Jenis investasi ini menyasar proyek-proyek usaha yang berjalan langsung di Indonesia.

Menurut Suahasil, investasi langsung menjadi salah satu hal penting untuk memperkuat aktivitas ekonomi dan menarik modal asing ke dalam negeri.

“Namun yang lebih penting adalah sebenarnya foreign direct investment, jadi investasi di project-project yang sifatnya langsung, investasi langsung di Indonesia,” tandasnya.

Pemerintah berharap perbaikan iklim investasi dapat mendorong masuknya modal asing ke berbagai sektor produktif. Langkah tersebut juga diharapkan memperkuat pasar keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (nr*)

Berita Terkait

Penyadapan Kepala Negara Terbongkar, Istana Singgung Dugaan Makar
Ketua KPK Konfirmasi Dua Jaksa Kembali ke Kejagung, Siapa Penggantinya?
Bahlil Batasi Produksi Batu Bara Lewat RKAB, Pemerintah Ingin Dongkrak Harga
Polisi Siapkan Pengamanan Tiga Lapis Jelang Jokowi Bersaksi di Sidang Ijazah Roy Suryo
BPJS Kesehatan PBI Desil 6-10 Terancam Nonaktif, Ini Penjelasan dan Cara Mengaktifkannya Kembali
Bahlil Tegaskan Larangan Transit Ekspor Tambang, Minta Pengiriman Langsung ke Negara Tujuan
Putusan MA soal Suket Gibran Picu Respons 7 Partai Politik, Ada yang Dorong Hak Angket
 Harga Cabai Meroket, BPS Catat Inflasi Oktober 2026 Capai 0,22 Persen
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:31 WIB

Penyadapan Kepala Negara Terbongkar, Istana Singgung Dugaan Makar

Rabu, 4 November 2026 - 11:53 WIB

Ketua KPK Konfirmasi Dua Jaksa Kembali ke Kejagung, Siapa Penggantinya?

Rabu, 4 November 2026 - 10:30 WIB

Modal Asing Masuk Rp126 Triliun, Menkeu Soroti Pasar Saham yang Masih Tertekan

Rabu, 4 November 2026 - 07:50 WIB

Polisi Siapkan Pengamanan Tiga Lapis Jelang Jokowi Bersaksi di Sidang Ijazah Roy Suryo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

BPJS Kesehatan PBI Desil 6-10 Terancam Nonaktif, Ini Penjelasan dan Cara Mengaktifkannya Kembali

Berita Terbaru

Listyo Sigit Prabowo ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Hukum

Listyo Sigit Prabowo Kini Dibalik Jeruji Besi

Rabu, 4 Nov 2026 - 14:29 WIB