Polri Ungkap Impor Ilegal Rp1 Triliun, Sita 56.557 iPhone Bekas dan Ribuan Android

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi iPhone 13 Pro.  Foto: Shutter Stock

Ilustrasi iPhone 13 Pro. Foto: Shutter Stock

JAKARTA, jentik.id – Satgas Penegakan Hukum Penyelundupan Polri mengungkap sejumlah kasus impor ilegal dengan nilai hampir Rp1 triliun. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polri menjaga stabilitas ekonomi nasional dan menekan praktik perdagangan ilegal.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, mengatakan penegakan hukum itu bertujuan melindungi industri dalam negeri. Polri juga ingin memastikan seluruh kegiatan impor mematuhi aturan yang berlaku.

Polisi mengungkap salah satu kasus penyelundupan ponsel bekas beserta suku cadangnya dari China. Penyidik menduga PT TSL yang beroperasi di Sidoarjo, Jawa Timur, menjalankan praktik tersebut.

Dalam pengungkapan itu, polisi menyita 56.557 unit iPhone bekas, 1.625 unit ponsel Android berbagai merek, dan 18.574 suku cadang. Barang bukti tersebut meliputi baterai, charger, kabel, serta komponen lainnya.

Penyidik menetapkan empat tersangka, yaitu DCP alias PT, SJ, TW selaku Direktur PT TSL, dan MT yang juga menjabat Direktur PT TSL.

Baca Juga :  Bongkar PETI di Merangin! Polda Jambi Ringkus 7 Pelaku Sekaligus

Ungkap Impor Ilegal Bahan Pangan

Selain kasus ponsel, Satgas menggeledah dua gudang di Pontianak, Kalimantan Barat. Polisi menemukan dugaan impor ilegal bahan pangan di lokasi tersebut.

Polisi menyita 23 ton bawang putih, bawang merah, dan cabai kering. Komoditas itu berasal dari China, India, dan Belanda.

Penyidik menduga pelaku mengimpor barang tanpa dokumen karantina, dokumen impor, maupun dokumen perdagangan yang sah. Polisi memperkirakan nilai perputaran usaha dalam kasus ini mencapai sekitar Rp24,96 miliar setiap tahun.

Bongkar Impor Pakaian Bekas dan Selidiki TPPU

Sebelumnya, pada Desember 2025, Satgas membongkar penyelundupan pakaian bekas asal Korea Selatan di Kabupaten Tabanan, Bali.

Dalam perkara tersebut, polisi menangkap dua tersangka berinisial ZT dan SB. Penyidik juga menyita 846 bal pakaian bekas dengan nilai sekitar Rp3,5 miliar.

Baca Juga :  Dana Desa Rp643 Juta Diduga Disalahgunakan, Polda Jabar Tetapkan Eks Kades Panggalih

Ade mengatakan kedua tersangka menjalankan transaksi impor ilegal sepanjang 2021 hingga 2025. Nilai transaksinya mencapai sekitar Rp669 miliar.

Polisi juga menyelidiki dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penyidik menyita tujuh unit bus, satu unit Mitsubishi Pajero, dan sejumlah aset lainnya. Total nilai aset tersebut mencapai sekitar Rp22 miliar.

Ade menjelaskan Satgas menargetkan seluruh praktik penyelundupan ekspor maupun impor ilegal. Operasi juga menyasar penyelundupan hasil sumber daya alam dan hasil lingkungan hidup, baik melalui maupun di luar kawasan pabean.

Penyidik menemukan beberapa modus yang sering digunakan pelaku. Modus itu meliputi underinvoicing, under-accounting, dan misdeclare untuk menyamarkan dokumen perizinan.

Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pembentukan Satgas Penegakan Hukum Penyelundupan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kemudian membentuk satuan tugas tersebut untuk memperkuat reformasi hukum, memberantas kejahatan ekonomi, dan menindak praktik penyelundupan. (nr*)

Berita Terkait

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan
Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang
TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan
Polisi Bongkar 3 Kasus Solar Subsidi di Padang, Puluhan Jeriken Jadi Barang Bukti!
Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Tersangka Diamankan dan 3,5 Kilogram Emas Disita
Bangkai Kapal Wisata Kerinci Sakti Senilai Rp1,2 Miliar Kembali Muncul, Baru Sepekan Berlayar Sudah Rusak
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:39 WIB

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan

Berita Terbaru