Rupiah Tembus Rp 17.905 per Dolar AS, Pelemahan Jadi Sorotan Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Jakarta, jentik.id-Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (28/5). Pelemahan tersebut menjadi salah satu isu yang paling banyak mendapat perhatian di sektor ekonomi dan pasar keuangan.

Data Bloomberg mencatat rupiah berada di level Rp 17.859 per dolar AS pada pukul 09.21 WIB. Posisi itu melemah 58 poin atau 0,33 persen dan menjadi rekor terendah baru bagi rupiah.

Tekanan terhadap rupiah muncul akibat ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga :  Pinjam Uang ke Bank Bisa Pengaruhi Bansos, Ini Penjelasannya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah belum mengganggu kondisi APBN. Pemerintah, menurutnya, sudah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal penyusunan anggaran.

Pemerintah juga memasukkan simulasi harga minyak dunia yang lebih tinggi, termasuk asumsi minyak mencapai USD 102 per barel.

Purbaya menegaskan pemerintah belum perlu menghitung ulang APBN. Ia menyebut pasar obligasi masih bergerak stabil karena imbal hasil obligasi pemerintah justru menunjukkan penurunan.

Baca Juga :  Rupiah Terus Melemah, Sentuh Rp17.630 per Dolar AS Seiring Pertemuan Xi dan Trump

Pada perdagangan siang, tekanan terhadap rupiah kembali meningkat. Data Bloomberg pada pukul 11.54 WIB menunjukkan rupiah sempat menyentuh Rp 17.905 per dolar AS.

Meski demikian, rupiah kemudian bergerak menguat pada pukul 12.17 WIB ke level Rp 17.870 per dolar AS. Posisi itu naik sekitar 65,90 poin atau 0,39 persen dari titik terlemahnya.

Pemerintah terus menjaga stabilitas pasar keuangan melalui berbagai kebijakan dan langkah intervensi agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin dalam. (nr*)

Berita Terkait

Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite
KPK Lelang Aset Rampasan 25 Kasus Korupsi, Rp39,8 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026
7.000 Pekerja Terancam PHK, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Berencana Pindahkan Produksi ke Vietnam
Harga Kentang di Tingkat Petani Kayu Aro Turun Menjadi Rp7.500 per Kilogram
Udang windu, komoditas Kampung Batimbuk Barau Menghasilan 769,9 Ton Benilai Rpb173.3 Miliar.
Rupiah Tembus Rp 17.860, Bank Indonesia Ungkap Faktor Pendorong Penguatan Mata Uang
Bahlil Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap, Tak Ada Kenaikan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:48 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite

Senin, 29 Juni 2026 - 17:50 WIB

KPK Lelang Aset Rampasan 25 Kasus Korupsi, Rp39,8 Miliar Disetor ke Kas Negara

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:40 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:51 WIB

7.000 Pekerja Terancam PHK, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Berencana Pindahkan Produksi ke Vietnam

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:27 WIB

Harga Kentang di Tingkat Petani Kayu Aro Turun Menjadi Rp7.500 per Kilogram

Berita Terbaru

Aparatur Sipil Negara (ASN) berkesempatan naik pangkat melebihi atasannya.PP bari.

Pemerintahan

Peraturan Baru, ASN Kini Bisa Naik Pangkat Melebihi Atasan

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:08 WIB