Waka Komisi X DPR Senator PKB Usulkan Hapus PPPK Dan Semua Guru Jadi ASN

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi X DPR RI  usul ekrutmen guru dilakukan satu jalur melalui CPNS dan pengelolaannya terpusat, maka negara bisa memastikan kualitas, pemerataan, dan kesejahteraan guru lebih terjamin. Guru adalah fondasi masa depan bangsa, sehingga negara harus hadir dengan sistem yang adil dan pasti.hapus status guru PPPK.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI usul ekrutmen guru dilakukan satu jalur melalui CPNS dan pengelolaannya terpusat, maka negara bisa memastikan kualitas, pemerataan, dan kesejahteraan guru lebih terjamin. Guru adalah fondasi masa depan bangsa, sehingga negara harus hadir dengan sistem yang adil dan pasti.hapus status guru PPPK.

Jakarta.jentik.id.Sudah saatnya pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola guru di Indonesia. Sistem kluster guru yang ada saat ini, termasuk PPPK dan PPPK Paruh Waktu, harus dihapus dan dilebur menjadi satu sistem kepegawaian nasional melalui jalur CPNS.

“Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hadrian Irfani Senin (4/5/2026). Ia berpendapat reformasi tata kelola rekrutmen guru nasional, termasuk sistem kluster PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan PPPK Paruh Waktu,” kata kepada wartawan,

Baca Juga :  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Ia menilai kebijakan pengangkatan guru selama ini menimbulkan persoalan di lapangan. Ia menyoroti soal tumpang tindih regulasi, ketidakpastian status, hingga perlakuan yang dinilai diskriminatif terhadap tenaga pendidik.

“Banyak guru yang justru menjadi korban dari sistem yang tidak sinkron. Ada yang telat menerima gaji, ada ketidakjelasan pengembangan karier, bahkan muncul disparitas kesejahteraan antarwilayah,” ujarnya.

Legislator PKB ini juga menyoroti masih banyaknya guru PPPK di berbagai daerah yang mengalami keterlambatan pembayaran gaji. salah satu faktornya akibat lemahnya koordinasi tata kelola pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Mengapa Ki Hajar Dewantara Disebut Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah dan Jasanya

“Disebutnya jika tata kelola berada di pemerintah pusat, kesejahteraan guru akan merata. Ia mengusulkan semua guru bisa menjadi PNS.

“Jika rekrutmen guru dilakukan satu jalur melalui CPNS dan pengelolaannya terpusat, maka negara bisa memastikan kualitas, pemerataan, dan kesejahteraan guru lebih terjamin. Guru adalah fondasi masa depan bangsa, sehingga negara harus hadir dengan sistem yang adil dan pasti,” ungkapnya.(asy*)

 

Berita Terkait

Orang Tua Wajib Paham Media Sosial Dampingi Anak Jika Lalai  Berdampak Negarif.
Mendiktisaintek Ajak Pelajar Tak Takut  Bermimpi Besar
Mengapa Ki Hajar Dewantara Disebut Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah dan Jasanya
Presiden Prabowo Subianto Targetkan Swasembada Energi Paling Lambat 2029
Anak di Bawah Umur Dibatasi Mengakses Media Sosial
Pemkot Sungai Penuh Luncurkan Program Beasiswa “Sungai Penuh Juara”
Inspiratif! 5 Siswa Jambi Raih Kursi Kampus Luar Negeri Lewat SNBT
Peringatan Pentingnya Kedekatan Orang Tua dengan Anak Jadi Pondasi Perubah Sosial
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 18:12 WIB

Waka Komisi X DPR Senator PKB Usulkan Hapus PPPK Dan Semua Guru Jadi ASN

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:42 WIB

Orang Tua Wajib Paham Media Sosial Dampingi Anak Jika Lalai  Berdampak Negarif.

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:43 WIB

Mendiktisaintek Ajak Pelajar Tak Takut  Bermimpi Besar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:06 WIB

Mengapa Ki Hajar Dewantara Disebut Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah dan Jasanya

Rabu, 29 April 2026 - 19:54 WIB

Presiden Prabowo Subianto Targetkan Swasembada Energi Paling Lambat 2029

Berita Terbaru