Jakarta, jentik.id — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengajak pelajar dan mahasiswa berani bermimpi besar. Ia juga mendorong mereka terus belajar demi masa depan Indonesia.
Brian menyampaikan ajakan itu saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional 2026. Kegiatan berlangsung di halaman Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu.
“Pelajar dan mahasiswa, jangan takut bermimpi besar. Masa depan Indonesia tidak diwariskan. Kita harus membangunnya dengan karakter, ilmu, kolaborasi, dan keberanian,” ujar Brian.
Ia menegaskan masa depan bangsa berada di tangan generasi muda. Karena itu, mereka harus terus mengasah kemampuan dan berani meraih cita-cita.
Menurut Brian, peringatan Hardiknas menjadi momentum penting. Momentum ini mengingatkan kembali makna pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia. Pendidikan juga membangun karakter, mencerdaskan bangsa, dan memajukan peradaban.
Brian menekankan pentingnya nilai pendidikan dari Ki Hajar Dewantara. Ia menyebut prinsip asah, asih, dan asuh tetap relevan hingga kini.
Nilai tersebut membantu mencerdaskan akal, menumbuhkan empati, dan membentuk pribadi peserta didik secara utuh.
“Pendidikan bukan hanya tentang apa yang kita ketahui, tetapi tentang siapa kita menjadi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Brian juga mengajak perguruan tinggi berperan aktif. Ia mendorong kampus mengembangkan riset dan inovasi untuk mendukung kemandirian bangsa.
Menurutnya, sistem pendidikan nasional harus berjalan dalam ekosistem yang utuh dan berkelanjutan. Dengan cara itu, ilmu pengetahuan dapat berkembang menjadi inovasi yang bermanfaat.
Ia menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna ilmu. Indonesia harus mampu menciptakan ilmu dan melahirkan ilmuwan kelas dunia.
“Cita-cita melahirkan ilmuwan kelas dunia tidak bisa instan. Kita harus membangunnya dari sekolah hingga perguruan tinggi, dengan dukungan seluruh ekosistem bangsa,” pungkasnya. (asy*)









