Mendiktisaintek Ajak Pelajar Tak Takut  Bermimpi Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendiktisaintek Ajak Pelajar Jangan Takut Bermimpi ini disampaikan Brian Yuliar  saat memimpin upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Mendiktisaintek Ajak Pelajar Jangan Takut Bermimpi ini disampaikan Brian Yuliar saat memimpin upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Jakarta.jentik.id — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk tidak takut bermimpi besar serta terus belajar demi masa depan Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan saat ia memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu.

“Para pelajar dan mahasiswa, jangan takut bermimpi besar. Masa depan Indonesia tidak diwariskan, melainkan dibangun melalui karakter, ilmu, kolaborasi, dan keberanian untuk melangkah,” ujar Brian.

Ia menegaskan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda, sehingga mereka harus terus mengasah kemampuan dan tidak ragu dalam meraih cita-cita

Baca Juga :  Anak di Bawah Umur Dibatasi Mengakses Media Sosial

Menurutnya, peringatan Hardiknas menjadi momentum untuk meneguhkan kembali makna pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia, membangun karakter, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta memajukan peradaban.

Brian juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara melalui prinsip asah, asih, dan asuh. Nilai tersebut dinilai relevan dalam mencerdaskan akal, menumbuhkan empati, dan membentuk pribadi peserta didik yang utuh.

“Pendidikan bukan hanya tentang apa yang kita ketahui, tetapi tentang siapa kita menjadi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengajak seluruh institusi pendidikan tinggi untuk berperan aktif dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui pengembangan riset dan inovasi.

Baca Juga :  SMA 1 Sungai Penuh Isi Ramadan Praktek Penyelenggaraaan Jenazah

Menurut Brian, sistem pendidikan nasional harus dibangun dalam ekosistem yang utuh dan berkelanjutan agar ilmu pengetahuan dapat berkembang menjadi inovasi yang bermanfaat.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tetapi harus mampu menjadi pencipta ilmu yang melahirkan ilmuwan kelas dunia.

“Cita-cita melahirkan ilmuwan kelas dunia dari anak bangsa bukanlah agenda satu jenjang pendidikan, melainkan hasil perjalanan panjang pendidikan nasional, dimulai dari sekolah hingga perguruan tinggi, serta didukung seluruh ekosistem bangsa,” pungkasnya.(asy*)

Berita Terkait

Mengapa Ki Hajar Dewantara Disebut Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah dan Jasanya
Presiden Prabowo Subianto Targetkan Swasembada Energi Paling Lambat 2029
Anak di Bawah Umur Dibatasi Mengakses Media Sosial
Pemkot Sungai Penuh Luncurkan Program Beasiswa “Sungai Penuh Juara”
Inspiratif! 5 Siswa Jambi Raih Kursi Kampus Luar Negeri Lewat SNBT
Peringatan Pentingnya Kedekatan Orang Tua dengan Anak Jadi Pondasi Perubah Sosial
36 Siswa SMAN 1 Sungai Penuh Lolos SNBP 2026 ke Berbagai PTN Ternama
Suasana Ramadhan di SMAN 1 Sungai Penuh: Ratusan Siswa Khusyuk Tadarus Alquran
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:43 WIB

Mendiktisaintek Ajak Pelajar Tak Takut  Bermimpi Besar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:06 WIB

Mengapa Ki Hajar Dewantara Disebut Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah dan Jasanya

Rabu, 29 April 2026 - 19:54 WIB

Presiden Prabowo Subianto Targetkan Swasembada Energi Paling Lambat 2029

Sabtu, 25 April 2026 - 22:58 WIB

Anak di Bawah Umur Dibatasi Mengakses Media Sosial

Jumat, 24 April 2026 - 19:19 WIB

Pemkot Sungai Penuh Luncurkan Program Beasiswa “Sungai Penuh Juara”

Berita Terbaru

Pantagon akan menarik pasukannya 5.000 personel secara betahab dari srkutunya Jerman (dok.google)

Keamanan

Pantagon Akan  Kurangi Pasukannya Di Jerman

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:54 WIB