Korban Arisan Bodong di Merangin Bertambah, Total Kerugian Diduga Mencapai Rp6 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

eadline koran harian pagi Tribun Jambi edisi, Senin, 3 Agustus 2026, terkait dugaan arisan bodong di Kabupaten Merangin

eadline koran harian pagi Tribun Jambi edisi, Senin, 3 Agustus 2026, terkait dugaan arisan bodong di Kabupaten Merangin

MERANGIN, jentik.id – Dugaan penipuan berkedok arisan menghebohkan Kabupaten Merangin, Jambi. Puluhan warga mengaku kehilangan uang setelah mengikuti arisan dengan nilai setoran mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah. Total kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp6 miliar.

Seorang korban berinisial D, warga Desa Bukit Bungkul, Kecamatan Renah Pamenang, mengatakan korban berasal dari beberapa desa. Sebagian besar berasal dari Desa Bukit Bungkul, sedangkan lainnya berasal dari Desa Meranti, Desa Tanjung Benuang, dan desa sekitar.

D menjelaskan para peserta mempercayai pelaku karena sudah lama mengenalnya sebagai warga setempat. Hubungan kekerabatan pelaku dengan banyak warga juga membuat peserta semakin yakin mengikuti arisan.

Para korban hingga kini belum melapor ke polisi. Mereka masih berharap pelaku mengembalikan seluruh dana melalui penyelesaian secara kekeluargaan.

Iming-iming Keuntungan Besar

Sejumlah korban mengatakan pelaku menawarkan arisan dengan janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Pelaku menjanjikan keuntungan jutaan rupiah hanya dalam satu hingga tiga bulan.

Baca Juga :  375 Gram Emas Disembunyikan dalam Kaleng Kopi di Bandara Jambi

Kecurigaan mulai muncul setelah warga menggelar pertemuan di balai desa. Dalam pertemuan itu, banyak peserta mengaku belum menerima dana sesuai jadwal pencairan.

Seorang warga Desa Meranti mengaku menyetor Rp16 juta sekitar sepekan sebelum kasus ini mencuat. Keluarganya tetap mengikuti arisan karena pelaku selama ini selalu mencairkan dana tepat waktu.

Korban lain mengatakan istrinya mengikuti arisan selama sekitar satu tahun. Pelaku menjanjikan pengembalian dana Rp18 juta pada Desember 2026 dari setoran Rp16 juta.

Galang mengaku mengalami kerugian sekitar Rp100 juta. Ia mengikuti arisan setelah mendapat rekomendasi dari anggota keluarganya yang lebih dulu menerima pembayaran tanpa kendala.

Galang mengatakan pelaku menjanjikan pengembalian dana Rp120 juta dalam waktu dua hingga empat bulan. Ia juga menyimpan perjanjian tertulis yang memuat kesepakatan tersebut.

Baca Juga :  Geger di Jambi, Pria Diduga Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas dengan Mesin Air

Kerugian Diperkirakan Rp6 Miliar

Galang mengatakan keluarga pelaku masih berupaya menyelesaikan persoalan itu. Karena alasan tersebut, sebagian korban memilih menunggu proses penyelesaian sebelum menempuh jalur hukum.

Keterangan para korban menunjukkan pelaku menawarkan keuntungan sekitar Rp5 juta untuk setiap setoran Rp15 juta. Pelaku juga menjanjikan pengembalian dana sebesar Rp20 juta dalam waktu satu hingga tiga bulan.

Nilai setoran setiap peserta bervariasi, mulai Rp2 juta hingga ratusan juta rupiah. Informasi yang beredar di masyarakat memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp6 miliar. Para korban masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kerugian yang sebenarnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan arisan bodong tersebut. (nr*)

Berita Terkait

KDRT di Sungai Deras Berakhir Tragis, Terduga Pelaku Ditemukan Meninggal Dipohon Cengkeh.
Bunker di Sekolah Swasta Jaksel, Usai Dibuka Kuncinya Temuan Ratusan Senjata
Lampu Traffic Light di Kota Sungai Penuh Banyak Tak Berfungsi, Wawako: “Lampu Hijau Sudah Berubah Jadi Biru” Usia 25 Tahun.
Polisi Ringkus Terduga Pelaku Kasus Mayat dalam Karung di Depok, Motif Masih Didalami
Brigjen Pol Asep Bongkar Peta Peredaran Narkoba di Jambi, Golden Triangle hingga Pelabuhan Tikus Jadi Sorotan
Polisi Ungkap Kericuhan Menteng, 7 Tersangka Diamankan usai Satu Korban Tewas
Bentrokan Maut di Menteng Diduga Dipicu Cekcok Soal Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
Berawal dari TikTok, Pria Asal Palembang Ditangkap usai Gasak Motor Perempuan di Jambi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Bunker di Sekolah Swasta Jaksel, Usai Dibuka Kuncinya Temuan Ratusan Senjata

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Lampu Traffic Light di Kota Sungai Penuh Banyak Tak Berfungsi, Wawako: “Lampu Hijau Sudah Berubah Jadi Biru” Usia 25 Tahun.

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Polisi Ringkus Terduga Pelaku Kasus Mayat dalam Karung di Depok, Motif Masih Didalami

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Korban Arisan Bodong di Merangin Bertambah, Total Kerugian Diduga Mencapai Rp6 Miliar

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:44 WIB

Brigjen Pol Asep Bongkar Peta Peredaran Narkoba di Jambi, Golden Triangle hingga Pelabuhan Tikus Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Foto: dok Istimewa

Nasional

21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:12 WIB

Foto: Pedagang ikan (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Kesehatan

Waspada Ikan Berformalin, Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Membeli

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:54 WIB

Foto: Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, putra kedua dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menghadiri rapat umum di Teheran, Iran, 31 Mei 2019. (via REUTERS/Hamid Forootan)

Internasional

Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran

Selasa, 11 Agu 2026 - 10:38 WIB