JAKARTA, jentik.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan penyebab perubahan desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang sempat terjadi cukup signifikan. Pemerintah menemukan sekitar 12 juta data baru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) saat memperbarui DTSEN Volume 3.
Badan Pusat Statistik (BPS) kemudian mengevaluasi perubahan tersebut melalui DTSEN Volume 3.1. Pemerintah juga terus memeriksa dan memperbarui data agar hasil pemeringkatan kesejahteraan semakin akurat.
12 Juta Data Baru Masuk
Gus Ipul mengatakan data dari BKKBN sebelumnya belum menjalani verifikasi dan validasi secara menyeluruh. Kondisi itu membuat posisi desil sejumlah masyarakat berubah cukup tajam.
“Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi. Sehingga loncat-loncat,” ujar Gus Ipul, Jumat (4/9/2026).
Pemerintah kini sudah menata kembali data tersebut. Proses verifikasi dan validasi terus berjalan. Gus Ipul memperkirakan kualitas data akan semakin baik dalam satu hingga dua minggu ke depan.
Perubahan Desil Tak Langsung Hentikan Bansos
Gus Ipul menegaskan perubahan desil tidak otomatis membuat penerima kehilangan bantuan sosial. Pemerintah tetap mengacu pada penetapan penerima saat periode penyaluran bantuan berlangsung.
Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa kenaikan desil berarti bantuan sosial mereka berhenti.
Untuk program tertentu seperti Penerima Bantuan Iuran (PBI), pemerintah melakukan pembaruan penerima setiap bulan. Sementara program lain mengikuti jadwal dan ketentuan masing-masing.
Desil Bukan Ukuran Langsung Penghasilan
Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, Andy Kurniawan, menjelaskan bahwa desil tidak menunjukkan secara langsung apakah seseorang kaya atau miskin.
Desil merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan penduduk secara nasional. Pemerintah mengurutkan penduduk dari tingkat kesejahteraan terendah hingga tertinggi, kemudian membaginya ke dalam 10 kelompok.
Karena itu, posisi seseorang dapat berubah meski kondisi ekonominya tetap sama. Perubahan kondisi ekonomi masyarakat lain juga bisa memengaruhi posisi dalam pemeringkatan nasional.
Andy mencontohkan kondisi bencana yang membuat banyak masyarakat kehilangan penghasilan. Ketika jumlah penduduk dengan kondisi ekonomi lebih rendah bertambah, posisi desil masyarakat lain bisa ikut berubah saat pemerintah melakukan pemeringkatan ulang.
DTSEN Diperbarui Setiap Tiga Bulan
Pemerintah memperbarui DTSEN setiap tiga bulan. Dalam satu tahun, pemerintah menghasilkan empat versi data.
Perubahan pada DTSEN Volume 3 menjadi sorotan karena pemerintah memasukkan sekitar 12 juta data baru dari BKKBN. Pembaruan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan masa pendaftaran perguruan tinggi yang berkaitan dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Andy mengatakan pemerintah langsung mengevaluasi perubahan desil yang menimbulkan persoalan di masyarakat. BPS kemudian melakukan pemeriksaan dan memperbaiki data yang membutuhkan tindak lanjut.
Desil Hanya Salah Satu Pertimbangan Bansos
Andy juga menjelaskan bahwa desil bukan satu-satunya syarat untuk menerima bantuan sosial. Pemerintah menggunakan desil untuk menentukan tingkat prioritas, sedangkan setiap program memiliki persyaratan tersendiri.
Sebagai contoh, pemerintah dapat memprioritaskan masyarakat pada desil rendah ketika jumlah penerima yang memenuhi syarat lebih banyak daripada kuota bantuan yang tersedia.
Namun, posisi desil saja tidak cukup. Penerima juga harus memenuhi ketentuan program. Seseorang yang berada pada desil prioritas PKH, misalnya, tetap tidak dapat menerima bantuan jika tidak memenuhi kriteria lain yang berlaku.
Desil Naik Bukan Berarti Makin Kaya
Kenaikan desil juga tidak selalu menunjukkan peningkatan kesejahteraan seseorang. Posisi desil bersifat relatif dan bergantung pada pemeringkatan kondisi masyarakat secara nasional.
Karena itu, masyarakat tidak perlu menganggap kenaikan desil sebagai tanda bahwa pemerintah langsung mencabut bantuan. Pemerintah tetap melihat kriteria program, hasil pemutakhiran data, serta jumlah kuota penerima.
Andy menegaskan pemerintah tidak mengalihkan bantuan seseorang hanya karena posisi desilnya berubah. Pemerintah justru terus memperbarui DTSEN agar penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran. (nr*)









