SUNGAI PENUH, jentik.id – Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh menggelar hearing bersama LSM Koalisi Masyarakat Peduli Jambi (Kompej), Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta pengelola SPBU Pelayang Raya, Selasa, 6 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut membahas laporan masyarakat terkait dugaan kerusakan kendaraan setelah menggunakan BBM jenis Pertalite. DPRD mengundang pihak terkait untuk mencari fakta dan menentukan langkah pemeriksaan.
Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, S.Sos., MM, Sekwan H. Heri Amperawanto, SE., M.Si., serta perwakilan Polres Kerinci turut menghadiri hearing.
Wakil Ketua Komisi II Indra Apdi Saputra memimpin jalannya audiensi. Ia meminta seluruh pihak mengedepankan data dan pemeriksaan teknis sebelum menarik kesimpulan terkait penyebab kerusakan kendaraan.
Dalam pertemuan tersebut, peserta menyepakati sejumlah langkah tindak lanjut.
Pertama, Kompej akan menyerahkan sampel Pertalite yang berasal dari tangki kendaraan yang mengalami masalah. LSM tersebut juga diminta melampirkan keterangan dari bengkel yang menangani kendaraan.
Kedua, pihak terkait akan menguji sampel tersebut di laboratorium. Pengujian akan menggunakan sampel pembanding dari Pertamina dan sampel BBM dari tangki pendam SPBU.
SPBU dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan terlibat dalam proses pengujian. Komisi II DPRD dan Kompej juga akan menyaksikan proses tersebut.
Ketiga, Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh akan memanggil seluruh pengelola SPBU di wilayah kota. DPRD akan menggelar koordinasi bersama instansi terkait untuk membahas aspek teknis dan memastikan proses pemeriksaan berjalan menyeluruh.
Keempat, DPRD meminta instansi teknis meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM. Monitoring dan evaluasi secara berkala perlu dilakukan untuk mencegah persoalan serupa.
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh menyatakan akan mengawal proses pemeriksaan hingga tuntas. DPRD juga menekankan pentingnya hasil uji laboratorium sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
Dengan pemeriksaan berbasis data dan pengujian teknis, DPRD berharap persoalan dugaan Pertalite bermasalah dapat memperoleh kejelasan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. (nr*)









