Konflik Iran Picu Kelangkaan BBM, Ratusan SPBU di Australia Lumpuh

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi SPBU di Australia. Foto: ChameleonsEye/Shutterstock

Ilustrasi SPBU di Australia. Foto: ChameleonsEye/Shutterstock

Australia, jentik.id-Ratusan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Australia mengalami kekurangan pasokan di tengah gangguan suplai global akibat konflik di Timur Tengah.

Mengutip Bloomberg, Menteri Energi Chris Bowen menyampaikan kepada parlemen pada Selasa (23/3) bahwa sedikitnya 600 SPBU kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar. Kekurangan terutama terjadi di New South Wales dan Victoria yang mencakup sekitar 10 persen total SPBU nasional.

Gangguan pasokan terjadi setelah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir bulan lalu. Situasi ini memutus sekitar seperlima suplai minyak dunia, memperketat ketersediaan bahan bakar dan mendorong lonjakan harga.

Baca Juga :  Badai Dahsyat Hantam Prancis, 13.000 Rumah Masih Gelap dan Transportasi Lumpuh

Australia masih bergantung pada impor lebih dari dua pertiga kebutuhan bensin, diesel, dan bahan bakar jet karena kapasitas pengolahan domestik terbatas. Korea Selatan sebagai pemasok utama bahkan menyatakan akan membatasi sebagian ekspor bahan bakarnya.

Pemerintah Australia berencana melonggarkan standar diesel selama enam bulan untuk menjaga pasokan. Kebijakan ini membuka peluang impor tambahan dari Amerika Serikat, Kanada, dan negara Eropa.

Cadangan energi Australia juga relatif terbatas. Data terbaru menunjukkan stok bensin hanya cukup sekitar 38 hari dan diesel sekitar 30 hari. Pemerintah sebelumnya menggunakan sebagian cadangan untuk memenuhi lonjakan permintaan.

Baca Juga :  Efek Konflik AS-Iran! Harga Minyak Tembus USD 100, Pasar Panik

Kenaikan harga bahan bakar menambah tekanan ekonomi domestik. Bank sentral Australia bahkan telah menaikkan suku bunga acuan dua kali berturut-turut untuk menekan inflasi.

Selain itu, pemerintah mengajukan rancangan undang-undang yang memperketat sanksi terhadap praktik kartel atau informasi menyesatkan di sektor energi. Otoritas dapat menjatuhkan denda hingga 100 juta dolar Australia atau sekitar 70 juta dolar AS per pelanggaran.

Langkah ini melanjutkan kebijakan sebelumnya yang telah menaikkan batas denda menjadi 50 juta dolar Australia di tengah laporan kenaikan harga bahan bakar konsumen yang lebih cepat dibandingkan acuan global sejak konflik Iran memanas. (nr*)

Berita Terkait

Niat Memancing Berujung Petaka, Empat WNI Terseret Ombak Besar di Jepang
Sekolah Hancur akibat Konflik, 700.000 Anak di Gaza Terancam Kehilangan Masa Depan
Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan
MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara
Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman
Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas
AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China
Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Sekolah Hancur akibat Konflik, 700.000 Anak di Gaza Terancam Kehilangan Masa Depan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:57 WIB

MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman

Minggu, 27 September 2026 - 21:41 WIB

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas

Berita Terbaru