Iran, jentik.id-Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi kematian Laksamana Madya Alireza Tangsiri, komandan Angkatan Laut Iran, setelah serangan yang melibatkan koalisi Amerika Serikat dan Israel.
IRGC menyampaikan kabar tersebut melalui pernyataan resmi yang kemudian disiarkan media lokal Iran pada Senin (30/3/2026). Tangsiri meninggal akibat luka parah yang ia alami setelah serangan pada Kamis (26/3/2026).
Pemerintah Israel menyatakan pasukannya secara langsung menargetkan Tangsiri dalam operasi militer yang mereka klaim presisi. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan serangan tersebut berhasil menewaskan Tangsiri bersama sejumlah perwira senior lainnya.
Di sisi lain, media Iran, IRIB, menyebut Tangsiri gugur sebagai syahid di garis depan pertempuran akibat serangan Amerika Serikat. Dalam pernyataan terakhirnya, Tangsiri menegaskan kesiapan dirinya untuk berkorban demi membela Iran.
Tangsiri dikenal sebagai tokoh penting dalam strategi militer Iran, khususnya di kawasan Selat Hormuz. Ia berperan besar dalam mengembangkan taktik asimetris yang memengaruhi keamanan jalur energi global. (nr*)









