Polisi Bongkar Pabrik Ekstasi di Semarang, Pemilik Gudang Tak Berkutik

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gudang di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang yang dijadikan pabrik ekstasi. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Gudang di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang yang dijadikan pabrik ekstasi. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

SEMARANG, jentik.id – Polisi menggerebek pabrik ekstasi di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dalam operasi itu, polisi mengamankan beberapa orang, termasuk pemilik gudang.

Gudang di kawasan padat penduduk itu berfungsi sebagai tempat produksi narkoba. Warga sekitar tidak mengetahui aktivitas tersebut.

Ketua RT setempat, Ato, menjelaskan bahwa polisi datang pada Jumat pagi (10/4) untuk mencari penyewa gudang bernama Joni. Namun, warga tidak mengenal orang tersebut.

Baca Juga :  10 Terdakwa Korupsi Pokir PJU DPRD Kerinci Pengadilan Tipikor Jambi Vonis Penjara

Pada malam hari, polisi kembali ke lokasi sambil membawa tiga terduga pelaku. Salah satunya merupakan pemilik gudang yang juga warga setempat.

“Baru tahu kalau itu pabrik narkoba. Selama ini tidak terlihat aktivitas mencurigakan,” kata Ato, Sabtu (11/4).

Ato menambahkan, gudang tersebut terlihat sepi setiap hari. Tidak ada kendaraan keluar-masuk maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.

Warga bahkan sempat memanfaatkan gudang itu untuk kegiatan seperti senam dan mencacah pakan ternak.

Baca Juga :  Aksi Kekerasan Tengah Malam, Pemuda Dibacok di Kerinci, Pelaku Masih Buron

Sementara itu, pemilik gudang sering berada di lokasi dan menggunakan kamar pribadi di lantai dua.

Polisi mengangkut sejumlah mesin yang diduga digunakan untuk memproduksi ekstasi saat penggerebekan berlangsung.

Warga mengaku kaget karena selama ini mereka mengenal pemilik gudang sebagai sosok yang ramah dan terbuka.

Hingga sekarang, polisi belum menjelaskan jumlah barang bukti maupun hasil produksi yang mereka temukan. (nr*)

Berita Terkait

Anggota Dewan Dituntut 6 Bulan Penjara dalam Kasus Bollard
tut Nama Gubernur Jambi, Wanita Ini Dilaporkan dalam Kasus Investasi Rp115 Juta
BPOM Peringatkan Bahaya 22 Jamu Ilegal, Risiko Stroke hingga Gagal Ginjal Mengintai
Empat WNA Asal China Ditangkap Imigrasi Jakbar, Diduga Jalankan Penipuan Online Berkedok Aplikasi Pembayaran
Sindikat Narkoba Jalur Laut di Tanjabtim Dibongkar, 3 Pengedar Ekstasi Ditangkap Polisi
Kejari Jaktim Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Jahit Senilaib Rp9 Miliar DiSudin PPKUKM.
Wartawan dan Relawan RI Peserta Flotilla Gaza Dilaporkan Diculik Pasukan Zionis Israel
Di Sumut 1.677 Kayu Glondongan Diduga Hasil Pembalakan Ilegal Ditampung di Lima Perusahaan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 21:37 WIB

Anggota Dewan Dituntut 6 Bulan Penjara dalam Kasus Bollard

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:34 WIB

tut Nama Gubernur Jambi, Wanita Ini Dilaporkan dalam Kasus Investasi Rp115 Juta

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:00 WIB

BPOM Peringatkan Bahaya 22 Jamu Ilegal, Risiko Stroke hingga Gagal Ginjal Mengintai

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:39 WIB

Empat WNA Asal China Ditangkap Imigrasi Jakbar, Diduga Jalankan Penipuan Online Berkedok Aplikasi Pembayaran

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:13 WIB

Sindikat Narkoba Jalur Laut di Tanjabtim Dibongkar, 3 Pengedar Ekstasi Ditangkap Polisi

Berita Terbaru

Petani berharap langkah cepat pemerintah mampu mengembalikan stabilitas harga sawit sehingga pendapatan mereka kembali normal dan keberlangsungan usaha perkebunan rakyat tetap terjaga. Di tengah tingginya biaya produksi, pemulihan harga TBS menjadi kebutuhan mendesak agar petani tidak terus menanggung kerugian yang semakin besar

Uncategorized

Anjloknya Harga TBS Sawit, Petani Terguncang dan Terancam Merugi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:30 WIB