BEIRUT, jentik.id – Israel melancarkan serangan udara ke Nabatiyeh, Lebanon selatan, dan menewaskan sedikitnya 13 personel keamanan pada Jumat (10/4).
Pesawat tempur Israel menggempur sejumlah titik dan merusak kantor Keamanan Negara. Api masih terlihat berkobar setelah serangan.
PM Lebanon Nawaf Salam menegaskan serangan itu tidak menghentikan upaya gencatan senjata.
Presiden Joseph Aoun juga mendesak komunitas internasional segera menghentikan serangan Israel.
Israel meningkatkan serangan sejak 8 April meski AS dan Iran menyepakati gencatan senjata.
Lebanon mencatat lebih dari 300 korban tewas, mayoritas warga sipil.
Israel sempat memperingatkan serangan ke wilayah padat di Beirut, termasuk area rumah sakit dan jalur bandara, namun belum terjadi.
Negara Eropa dan Arab terus menekan Israel agar menghentikan serangan.
Pemerintah Lebanon menerima jaminan bahwa bandara dan rumah sakit tidak akan diserang.
Israel mengklaim menghancurkan ribuan situs Hizbullah dan menewaskan lebih dari 1.400 pejuang.
Hizbullah membalas dengan roket ke Israel utara dan serangan ke wilayah perbatasan.
Ketegangan di perbatasan Lebanon–Israel terus meningkat dan berpotensi meluas. (nr*)









