Orang Tua Wajib Paham Media Sosial Dampingi Anak Jika Lalai  Berdampak Negarif.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orang tua untuk tidak lagi bersikap pasif. Pemahaman terhadap penggunaan media sosial kini menjadi hal krusial demi melindungi tumbuh kembang anak, baik secara mental maupun emosional.

Orang tua untuk tidak lagi bersikap pasif. Pemahaman terhadap penggunaan media sosial kini menjadi hal krusial demi melindungi tumbuh kembang anak, baik secara mental maupun emosional.

Jakarta.jentik.id — Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut orang tua untuk tidak lagi bersikap pasif. Pemahaman terhadap penggunaan media sosial kini menjadi hal krusial demi melindungi tumbuh kembang anak, baik secara mental maupun emosional.

Pemerintah sendiri telah menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Regulasi ini menjadi panduan penting bagi orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak, termasuk batasan usia penggunaan media sosial.

Psikolog klinis anak dan remaja, Gisella Tani Pratiwi, menegaskan bahwa peran orang tua tidak bisa digantikan oleh aturan semata. Ia mengingatkan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak terkait penggunaan media sosial.

Baca Juga :  Waspada, Sakit Kepala Berulang Kini Banyak Dialami Anak Muda Produktif

“Perlu didiskusikan secara perlahan sesuai usia anak. Aturan yang ada harus menjadi bagian dari percakapan dalam keluarga,” ujarnya.

Menurut Gisella, media sosial memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis anak. Dari sisi kognitif, anak yang terlalu sering terpapar konten digital cenderung menjadi kurang analitis, terbiasa dengan hal instan, dan kesulitan menjalani proses.

“Tak hanya batas itu saja, dampak emosional juga menjadi perhatian. Anak bisa mengalami perubahan emosi yang tidak stabil, kesulitan memahami perasaan sendiri, hingga kurang terlatih dalam mengelola emosi.

“Anak juga rentan membandingkan dirinya dengan orang lain di media sosial, yang bisa memengaruhi konsep diri dan kepercayaan dirinya,” jelasnya.

Baca Juga :  Kekhawatiran Semakin Besar Dampak Negatif media sosial Bagi anak.

Kondisi ini akan semakin berisiko jika anak tidak mendapatkan pendampingan. Tanpa arahan yang jelas, anak bisa kehilangan panutan dalam berperilaku di ruang digital.

Untuk itu, orang tua disarankan mengambil langkah aktif, seperti:
1. Mengawasi penggunaan media sosial sesuai usia
2. Memberikan contoh penggunaan gawai yang sehat
3. Mengajak anak berdiskusi tentang konten digital
5. Menyediakan alternatif kegiatan non-digital yang menyenangkan

Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat membangun konsep diri yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh tekanan dari dunia digital.

Peran orang tua, pada akhirnya, menjadi kunci utama agar anak tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.(asy*)

Berita Terkait

Lima Kepala SMP Negeri di Sungai Penuh Diganti .
Guru Garda Terdepan, Penentu Masa Depan dan Keberlanjutan Bangsa
Waka DPR RI Sari Yuliati Desak Usut Tuntas Dugaan Keracunan 352 Siswa Akibat MBG
SMA N 3 Koto Baru Sungai Penuh Berbenah, Optimalisasi Peran Siswa Dan Guru
Bupati Kerinci Monadi Pendidikan Salah Satu Jalan Keluar Dari Kemiskinan
STIA Nusantara Sakti Wisuda 167 Lulusan Sarjana dan Diploma Tahun Akademik 2025/2026
Wako Alfin Bertekad Siapkan Generasi Muda Sedini Mungkin Penghafal Al-Qur’an
Kadis Pendidikan Akui Dana Beasiswa Juara Belum Dicairkan, Masih Verifikasi Data Penerima
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:54 WIB

Lima Kepala SMP Negeri di Sungai Penuh Diganti .

Minggu, 13 September 2026 - 13:11 WIB

Guru Garda Terdepan, Penentu Masa Depan dan Keberlanjutan Bangsa

Sabtu, 12 September 2026 - 19:06 WIB

Waka DPR RI Sari Yuliati Desak Usut Tuntas Dugaan Keracunan 352 Siswa Akibat MBG

Senin, 7 September 2026 - 13:35 WIB

SMA N 3 Koto Baru Sungai Penuh Berbenah, Optimalisasi Peran Siswa Dan Guru

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Bupati Kerinci Monadi Pendidikan Salah Satu Jalan Keluar Dari Kemiskinan

Berita Terbaru

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Nasional

Prabowo Minta Impor Kiloan dan Balpres Ditertibkan, Ada Apa?

Selasa, 22 Sep 2026 - 22:18 WIB

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Nasional

Rupiah Melemah ke Rp17.879, Investor Menanti Keputusan BI

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:47 WIB