Rupiah Melemah ke Rp17.405 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan AS-Iran dan Penguatan Dolar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada perdagangan Senin pagi, nilai tukar rupiah sempat melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.386 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.382 per dolar AS. Dipicu gagalnya proposal  perdamaian AS dan Iran

Pada perdagangan Senin pagi, nilai tukar rupiah sempat melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.386 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.382 per dolar AS. Dipicu gagalnya proposal perdamaian AS dan Iran

Jakarta, jentik.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta menguatnya mata uang dolar AS di pasar global. Rupiah pada Senin (12/5) tercatat berada di level Rp17.405 per dolar AS.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong memprediksi pergerakan rupiah masih cenderung tertekan dan diperkirakan berada pada kisaran Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS.

Menurut Lukman, pelemahan rupiah dipicu mandeknya pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran pasar global. Kondisi tersebut turut mendorong penguatan dolar AS serta kenaikan harga minyak mentah dunia.

“Pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang menemui jalan buntu mendorong penguatan dolar AS dan harga minyak dunia, sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang emerging market termasuk rupiah,” ujarnya di Jakarta, Senin (12/5).

Baca Juga :  Purbaya Pastikan APBN Aman Meski Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS

Pada perdagangan Senin pagi, nilai tukar rupiah sempat melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.386 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.382 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah kemudian berlanjut hingga siang hari. Mata uang Garuda kembali melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.394 per dolar AS.

Sentimen negatif pasar dipicu meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Media internasional melaporkan Iran menolak proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat karena dinilai memuat tuntutan berlebihan dari Washington.

Kantor berita Iran, ISNA, menyebut respons Teheran terhadap proposal AS berfokus pada penghentian perang serta jaminan keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menilai tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian tersebut tidak dapat diterima. Iran juga disebut meminta AS membayar kompensasi atas kerugian perang yang dialami Teheran.

Baca Juga :  Mobil Bekas Diburu Jelang Lebaran, Ini Harganya...

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa Teheran telah menerima respons AS terhadap proposal perdamaian 14 poin yang sebelumnya disampaikan melalui perantara Pakistan.

Selain faktor eksternal, pasar domestik juga dipengaruhi sikap investor yang menunggu rilis data survei kepercayaan konsumen Indonesia. Data tersebut diperkirakan menurun dari level 122,9 menjadi 122.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek.(asy*)

Berita Terkait

Pemkot Sungai Penuh Gandeng BNI, Percepat Transformasi Digital dan Smart City
Adik Jusuf Kalla Alihkan Saham Bukaka Rp195 Miliar ke Dua Putrinya, Struktur Kepemilikan BUKK Berubah
Purbaya Sebut PT DSI Jadi Angin Segar bagi Pasar, Investor Berpotensi Raup Keuntun
India Meluncurkan Mobil Baru Sekelas Agya-Ayla Harganya Mulai Rp 87 Jutaan Belum Dipasarkan di Indonesia.
Mobil Listrik Masuk Tahun Pembuktian, Tanpa Insentif Masih Bisa Melaju?
PT Tren Gen Horizon Resmi Kantongi HAKI dari DJKI, Perkuat Bisnis Periklanan Digital
Harga Ponsel Unggulan Diprediksi Tembus Rp25 Juta pada Akhir 2026
Rupiah Kian Tertekan! Geopolitik Memanas dan Subsidi Energi Jadi Pemic
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:04 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gandeng BNI, Percepat Transformasi Digital dan Smart City

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:44 WIB

Adik Jusuf Kalla Alihkan Saham Bukaka Rp195 Miliar ke Dua Putrinya, Struktur Kepemilikan BUKK Berubah

Senin, 1 Juni 2026 - 07:18 WIB

Purbaya Sebut PT DSI Jadi Angin Segar bagi Pasar, Investor Berpotensi Raup Keuntun

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:21 WIB

India Meluncurkan Mobil Baru Sekelas Agya-Ayla Harganya Mulai Rp 87 Jutaan Belum Dipasarkan di Indonesia.

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:48 WIB

Mobil Listrik Masuk Tahun Pembuktian, Tanpa Insentif Masih Bisa Melaju?

Berita Terbaru