Jakarta,jentik.id- Disaat geopolitik dunia memanas, melalui kebijakan Presuden Prabowo Subianto menurunkan harga pupuk bersubsidi untuk petani sebesar 20 persen.Tanpa tambahan beban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menyebutkan catatan kemajuan besar di sektor pupuk dalam negeri ada kebijakan Presiden Prabowo Subianto, untuk memenuhi kebutuhan petani
Mentan menambahkan, faktor tersebut dikarenakan perkembangan ahkir ini industri pupuk nasional semakin kuat setelah ekspor ke Australia.
“Lanjut Andi di saat geopolitik dunia memanas, Indonesia Alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia,” kata Amran di sela uasi pelepasan ekspor perdana produk urea PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur ke Australia di Pelabuhan Bontang, Kaltimimu
Dia menyampaikan kebijakan tersebut juga disertai penambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton untuk memperluas akses petani.
“Volume pupuk bertambah. Inilah kebahagiaan 160 juta petani Indonesia dan 115 juta petani padi (diantaranya),” ujar Amran.
Menurutnya Indonesia mencatat tonggak baru transformasi industri pupuk nasional melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun.
Di saat yang sama, pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen serta menambah volume pupuk untuk petani nasional, menandai penguatan sektor pupuk dari hulu hingga hilir.
Pelepasan tersebut menjadi tonggak baru penguatan kerja sama sektor pupuk melalui skema government-to-government (G2G) antara Indonesia dan Australia.
Lebih lanjut Amran menyebutkan ekspor perdana yang dilepas hari ini mencapai 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp600 miliar. Ekspor tersebut merupakan tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500.000 ton dengan total nilai sekitar Rp7 triliun.
Setelah Australia, pemerintah mulai mengarahkan penguatan pasar ekspor pupuk nasional ke sejumlah negara strategis lain seperti India, Filipina, Brasil, dan Bangladesh.
Di tempat yang sama, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Australia.
“Australia menghargai hubungan dengan Indonesia. Kerja sama ini mencerminkan persahabatan dan kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia, bukan hanya dengan PT Pupuk Indonesia,” ujar Gita Kamath.
Ia menambahkan kerja sama tersebut juga memiliki manfaat langsung terhadap penguatan ketahanan pangan kedua negara.
Dia juga mengaku bangga mendapat dukungan ketahanan pangan dari Indonesia. Yang mana pupuk itu akan membantu petani Australia memproduksi komoditas seperti gandum yang digunakan di Indonesia untuk membuat berbagai produk pangan.
“Ini contoh nyata kerja sama Indonesia dan Australia yang menghasilkan manfaat bersama,” kata Gita Kamath.









