Bandar Lampung, jentik.id – Maraknya aksi pembegalan dan pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat membuat Kapolda Irjen Pol Helfi Assegaf mengambil langkah tegas.
“Kapolda Lampung tidak main-main telah memerintahkan seluruh jajaran kepolisian Kapolda Lampung untuk menindak tegas pelaku begal dan curanmor dengan tindakan tembak di tempat.
“Jangan ada toleransi terhadap pelaku pembegalan. Saya sudah perintahkan tembak di tempat. Pelaku begal tembak di tempat,” tegas Kopolda Lampung Irjan Pol Helfi Assegaf saat memberikan keterangan di Mapolda Lampung, Jumat (15/5).
Menurut Kapolda, tindakan tegas dan terukur tersebut diambil karena aksi para pelaku sudah sangat mengganggu rasa aman masyarakat di wilayah Lampung. Ia menegaskan instruksi itu telah disampaikan kepada seluruh jajaran kepolisian.
“Saya sudah instruksikan hal ini kepada jajaran. Ini bakal kami buktikan, silakan saja yang ingin coba,” tegasnya
Kapolda menjelaskan, sebagian besar pelaku curanmor saat ini melakukan aksi kejahatan bukan lagi karena faktor ekonomi atau kebutuhan hidup, melainkan untuk mendapatkan uang membeli narkoba.
“Mereka ini melakukan pencurian untuk dibelikan narkoba, bukan untuk kebutuhan perut lagi,” katanya.
Ia juga menyoroti keberanian para pelaku yang kini tidak segan menggunakan senjata api saat beraksi. Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah penembakan terhadap Bripka Arya Supena oleh dua pelaku curanmor dan pencurian dengan pemberatan (curat) pada Sabtu (9/5) lalu.
“Berdasarkan informasi yang didapat, para pelaku curanmor ini mencuri dan hasilnya digunakan untuk membeli narkoba,” jelasnya.
Selain memperkuat tindakan hukum, Kapolda Lampung juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan kendaraan bermotor.
Ia menyarankan masyarakat menggunakan kunci ganda pada kendaraan, mengunci stang ke arah kanan agar lebih sulit dibobol, serta memarkir kendaraan di lokasi yang ramai dan terpantau kamera pengawas.
“Kami harap masyarakat menambahkan kunci ganda di kendaraannya, kemudian kunci stang ke arah kanan karena relatif lebih sulit dibobol pelaku, serta memarkirkan kendaraan di lokasi yang ramai dan terpantau kamera pengawas,” tutupnya.(asy*)









