Wamendagri Ingatkan Kepala Daerah Tak Abaikan Program Swasembada Pangan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bima meminta kepala daerah lebih peka terhadap kondisi riil masyarakat dengan turun langsung ke lapangan. Kepala daerah juga diminta aktif memantau jalur distribusi, mengawasi rantai produksi, serta mengecek harga komoditas secara berkala guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

Bima meminta kepala daerah lebih peka terhadap kondisi riil masyarakat dengan turun langsung ke lapangan. Kepala daerah juga diminta aktif memantau jalur distribusi, mengawasi rantai produksi, serta mengecek harga komoditas secara berkala guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

Daerah, jentik.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan kepala daerah agar tidak mengabaikan program swasembada pangan nasional demi kepentingan politik lokal.

Menurutnya, sinkronisasi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan di tengah dinamika geopolitik global.

“Kita terus mendorong agar kepala daerah memaksimalkan dan memanfaatkan APBD untuk program-program swasembada pangan,” kata Bima Arya.

Ia menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya melalui alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT), perlu dioptimalkan untuk mendukung intervensi pasar serta menjaga kelancaran distribusi bahan pangan di daerah.

Baca Juga :  Produksi Gula Tebu Merah Kayu Aro Terus Menurun

Selain itu, Bima meminta kepala daerah lebih peka terhadap kondisi riil masyarakat dengan turun langsung ke lapangan. Kepala daerah juga diminta aktif memantau jalur distribusi, mengawasi rantai produksi, serta mengecek harga komoditas secara berkala guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

“Disisilain, pemerintah pusat terus memperkuat pengawasan pengendalian inflasi melalui rapat koordinasi rutin. Pemerintah juga menerapkan mekanisme insentif fiskal berbasis penghargaan dan evaluasi atau “stick and carrot” agar pemerintah daerah lebih aktif menjaga stabilitas harga pangan.

Baca Juga :  10 Provinsi Anggota FKD-MPU Perkuat Program Kerja, Target “Zero Sampah” Jadi Perhatian

Bima turut mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi yang dinilai berhasil membangun integrasi sistem pangan dari hulu hingga hilir.

“Mudah-mudahan kita kawal bersama gerakan ini, dan tetap berlanjut di daerah lain. Kemendagri siap mengawal bersama,” ujarnya.(asy*)

Berita Terkait

Harga Cabai Merangka Naik Petani Sempat Prustasi Harga Cabai Rp 10 Ribu Perkilogram
Suharman Pemkot Sungai Penuh Antisipasi Kemarau, Jaga Produktivitas Pertanian
Produksi Gula Tebu Merah Kayu Aro Terus Menurun
Biosaka NLevel 1 Terbukti atasi Bau Sampah dalam Sekejap
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:53 WIB

Wamendagri Ingatkan Kepala Daerah Tak Abaikan Program Swasembada Pangan

Sabtu, 25 April 2026 - 19:24 WIB

Harga Cabai Merangka Naik Petani Sempat Prustasi Harga Cabai Rp 10 Ribu Perkilogram

Kamis, 23 April 2026 - 10:20 WIB

Suharman Pemkot Sungai Penuh Antisipasi Kemarau, Jaga Produktivitas Pertanian

Kamis, 16 April 2026 - 02:55 WIB

Produksi Gula Tebu Merah Kayu Aro Terus Menurun

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:01 WIB

Biosaka NLevel 1 Terbukti atasi Bau Sampah dalam Sekejap

Berita Terbaru