Jakarta, jentik.id-Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza bertambah menjadi sembilan orang. Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebut mereka diduga ditahan Israel di perairan internasional selatan Siprus.
GPCI menambah data tersebut setelah sebelumnya mencatat tujuh WNI. Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandi, menyebut dua nama tambahan, yakni Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo. Keduanya berada di kapal Kasr-1.
GPCI melaporkan aparat Israel mencegat sejumlah kapal dalam rombongan flotilla saat menuju Gaza. Mereka menjalankan misi kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Berikut sembilan WNI yang GPCI laporkan:
- Thoudy Badai (jurnalis Republika) – kapal Ozgurluk
- Rahendro Herubowo (mantan jurnalis iNews) – kapal Ozgurluk
- Bambang Noroyono (jurnalis Republika) – kapal Boralize
- Andre Prasetyo Nugroho (jurnalis Tempo TV) – kapal Ozgurluk
- Andi Angga (aktivis) – kapal Josef
- Herman Budiyanto Sudarsono (aktivis) – kapal Zafiro
- Ronggo Wirasano (aktivis) – kapal Zafiro
- Asad Aras Muhammad (GPCI) – kapal Kasr-1
- Hendro Prasetyo (GPCI) – kapal Kasr-1
GPCI terus memantau perkembangan dan memperbarui informasi terkait kondisi para WNI tersebut. (nr*)









