Jakarta, jentik.id-Pemerintah menetapkan target nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target tersebut dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Ia menegaskan pentingnya strategi fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Pemerintah juga menetapkan proyeksi inflasi pada kisaran 1,5–3,5 persen untuk menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, pemerintah mematok suku bunga SBN tenor 10 tahun di level 6,5–7,3 persen.
Dari sisi fiskal, pemerintah merancang defisit APBN 2027 di kisaran 1,80–2,40 persen PDB. Pemerintah juga menargetkan belanja negara sebesar 13,62–14,80 persen PDB dan pendapatan negara 11,82–12,40 persen PDB.
Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen pada 2027. Pemerintah juga menyiapkan target jangka panjang untuk mencapai pertumbuhan 8 persen pada 2029.
Di sektor energi, pemerintah menetapkan asumsi harga minyak 70–95 dolar AS per barel. Pemerintah juga menargetkan lifting minyak 602–615 ribu barel per hari dan lifting gas 934–977 ribu barel setara minyak per hari.
Prabowo menegaskan kebijakan ini untuk menekan kemiskinan di kisaran 6,0–6,5 persen dan menurunkan pengangguran terbuka ke 4,30–4,87 persen.
Rapat paripurna DPR RI tersebut dihadiri 451 anggota dan dinyatakan kuorum oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Presiden didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga terkait. (nr*)









