JAKARTA, jentik.id – Panitia Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 mengumumkan sebanyak 256.369 peserta lolos masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Jumlah itu hanya 29,42 persen dari total 871.496 peserta yang mengikuti seleksi tahun ini.
SNBT 2026 melibatkan 146 perguruan tinggi negeri, termasuk PTN akademik, PTN vokasi, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, mengatakan daya tampung SNBT tahun ini mencapai 286.864 kursi. Namun, panitia hanya mengisi 256.369 kursi melalui jalur SNBT.
Menurut Eduart, sisa kuota sekitar 10 persen akan dialihkan ke jalur mandiri di masing-masing perguruan tinggi.
Ia menegaskan PTN tidak bisa menambah kuota secara sembarangan. Kampus harus menyesuaikan penerimaan mahasiswa dengan kesiapan fasilitas, tenaga pengajar, dan kualitas layanan pendidikan.
Eduart juga menyebut minat masyarakat mengikuti SNBT terus meningkat. Pada 2024, jumlah peserta tercatat 785.058 orang. Angka itu naik menjadi 871.496 peserta pada 2026.
Dari total peserta, sebanyak 251.991 orang mendaftar melalui program KIP Kuliah. Dari jumlah tersebut, 86.118 peserta berhasil lolos SNBT 2026.
Ribuan Kecurangan Terjadi, Mayoritas Pilih Prodi Kedokteran
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencatat 1.751 pelanggaran selama pelaksanaan UTBK-SNBT 2026. Hampir seluruh kasus berasal dari peserta yang memilih Program Studi Kedokteran.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan sekitar 99 persen pelaku kecurangan memilih Fakultas Kedokteran.
Panitia menemukan berbagai modus kecurangan, mulai dari penggunaan joki, manipulasi lokasi ujian, hingga penggunaan alat elektronik saat ujian berlangsung.
Untuk mengantisipasi kecurangan, panitia menggunakan teknologi face recognition dan kecerdasan buatan (AI). Sistem tersebut mencocokkan foto peserta dengan data ujian tahun-tahun sebelumnya.
Brian mengatakan panitia berhasil membongkar satu jaringan kecurangan yang menawarkan jasa kepada orang tua peserta.
“Kami menemukan jaringan yang memang sengaja menawarkan praktik kecurangan kepada peserta,” ujar Brian.
Panitia juga menjadwalkan seluruh peserta prodi Kedokteran dan Kedokteran Gigi mengikuti ujian pada hari pertama dan kedua sebagai langkah pengawasan tambahan.
38 Peserta Masuk Daftar Hitam PTN
Eduart Wolok mengungkapkan panitia memasukkan 38 peserta ke daftar hitam PTN karena terbukti melakukan kecurangan.
Sebanyak 27 peserta menggunakan joki, sementara 11 peserta lainnya memakai alat terlarang saat ujian berlangsung.
Panitia akan menyebarkan daftar nama tersebut ke seluruh PTN di Indonesia. Peserta yang masuk daftar hitam tidak bisa mengikuti jalur penerimaan mahasiswa berikutnya di PTN mana pun.
Sementara itu, pelanggaran yang bersifat individual hanya berujung diskualifikasi dari UTBK, tetapi peserta masih bisa mengikuti jalur mandiri.
Panitia juga mencatat berbagai pelanggaran lain, seperti mencontek, memfoto soal, ketidaksesuaian foto peserta, hingga dokumen yang tidak lengkap.
Selain peserta, satu teknisi ruangan juga kedapatan melanggar aturan karena memfoto soal ujian.
UI dan Polban Jadi Kampus Paling Diminati
Universitas Indonesia (UI) menjadi PTN akademik paling diminati pada SNBT 2026. Sebanyak 100.253 peserta memilih UI.
Setelah UI, kampus dengan peminat terbanyak antara lain Universitas Sebelas Maret, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Negeri Jakarta.
Untuk kategori PTN vokasi, Politeknik Negeri Bandung menjadi kampus paling diminati. Beberapa politeknik luar Jawa juga masuk daftar favorit, seperti Politeknik Negeri Medan, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Negeri Padang, dan Politeknik Negeri Batam.
Eduart menyebut tren peminat PTN mulai menyebar ke berbagai daerah meski kampus di Pulau Jawa masih mendominasi.
Sementara itu, Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja D4 Universitas Sebelas Maret menjadi prodi dengan peminat terbanyak pada SNBT 2026. (nr*)









