Di Tengah BBM Mahal, Aten Hawadi Pilih Gowes daripada Pakai Mobil Dinas

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jalur Sepeda Permanen di Jalan Sudirman-Thamrin (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Foto: Jalur Sepeda Permanen di Jalan Sudirman-Thamrin (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, jentik.id – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) pernah mendorong seorang pejabat di Indonesia mengambil langkah sederhana namun berani. Ketua DPRD Bandung saat itu, Mohammad Aten Hawadi, memilih meninggalkan mobil dinas dan beralih menggunakan sepeda demi menghemat anggaran.

Peristiwa ini terjadi pada akhir 1950-an ketika kondisi ekonomi Indonesia mengalami tekanan berat. Harga kebutuhan pokok naik drastis. Harga beras mencapai sekitar Rp10 per liter, sementara minyak tanah berada di kisaran Rp1 hingga Rp1,5 per liter. Pada saat yang sama, harga BBM melonjak dari Rp1 menjadi Rp1,75 hingga Rp2 per liter.

Baca Juga :  Menko Polkam Serukan Gerakan Bersama Berantas Narkotika, Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

Kenaikan harga tersebut memperberat beban keuangan negara. Pemerintah menghadapi defisit anggaran hingga Rp6 miliar. Situasi semakin sulit karena berbagai pergolakan di daerah yang ikut mengganggu stabilitas ekonomi dan politik.

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Bandung. Pasokan BBM mulai terbatas akibat kendala distribusi dari Jakarta. Kelangkaan ini mendorong kenaikan harga berbagai kebutuhan lainnya.

Melihat situasi tersebut, Aten Hawadi mengambil langkah yang tidak biasa. Ia mengembalikan mobil dinas yang selama ini ia gunakan dan menggantinya dengan sepeda merek Raleigh untuk aktivitas sehari-hari.

Padahal, sebagai Ketua DPRD Bandung, ia berhak menggunakan mobil dinas sedan Plymouth lengkap dengan sopir dan biaya operasional dari negara. Namun, ia menilai fasilitas tersebut terlalu membebani anggaran di tengah krisis.

Baca Juga :  Isu Kenaikan BBM Merebak, Pertamina Tegaskan Harga Tetap dan Stok Aman

Keputusan ini membuatnya berbeda dari banyak pejabat lain. Saat sebagian masih menggunakan fasilitas negara, Aten memilih hidup sederhana dan menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat.

Langkah tersebut memberikan dampak nyata. Pemerintah daerah berhasil menghemat anggaran hingga Rp18 ribu per tahun, jumlah yang cukup besar pada masa itu.

Sikap Aten Hawadi kemudian menjadi contoh nyata efisiensi dan kepedulian pejabat publik di tengah krisis ekonomi dan lonjakan harga BBM. (nr*)

Berita Terkait

Program MBG Diminta Berbenah, Komnas HAM Soroti 6 Masalah Penting
Jokowi Tak Lagi Tegas Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Pengamat Ungkap Penyebabnya
Subsidi Listrik Tembus Rp200 Triliun, Bahlil Andalkan PLTS 100 GW
Gibran Akhirnya Buka Suara soal Putusan MK: “Saya Kuliah sampai S1 di Singapura”
DPR Ketuk Palu, RUU Perampasan Aset Resmi Jadi Usul DPR
MBG Ubah Cara Sajian, BGN Uji Coba Prasmanan di Sekolah
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Disebut Dibiayai Warga Binaan
Garuda Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Bangga dengan Perjuangan Tim
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Program MBG Diminta Berbenah, Komnas HAM Soroti 6 Masalah Penting

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Jokowi Tak Lagi Tegas Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Pengamat Ungkap Penyebabnya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Subsidi Listrik Tembus Rp200 Triliun, Bahlil Andalkan PLTS 100 GW

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Gibran Akhirnya Buka Suara soal Putusan MK: “Saya Kuliah sampai S1 di Singapura”

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:36 WIB

DPR Ketuk Palu, RUU Perampasan Aset Resmi Jadi Usul DPR

Berita Terbaru