Purbaya Kaget Sidak Tanjung Priok, Ribuan Kontainer Tertahan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Foto: Istimewa

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Foto: Istimewa

JAKARTA, jentik.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Dalam kunjungan itu, ia menemukan sekitar 3.100 kontainer menumpuk dan mengganggu aktivitas logistik.

Purbaya menyebut penumpukan tersebut telah meningkatkan dwelling time dan menghambat pasokan bahan baku industri. Ia juga menerima laporan dari pelaku usaha terkait gangguan distribusi barang.

“Terjadi penumpukan sekitar 3.100 kontainer. Kondisi ini sudah mengganggu suplai bahan baku dan menaikkan dwelling time,” ujar Purbaya di lokasi.

Ia langsung meminta Direktorat Jenderal Bea Cukai menambah personel dan mengoperasikan layanan 24 jam untuk mempercepat pengeluaran kontainer. Ia menargetkan jumlah kontainer kembali normal di kisaran 500 unit.

Baca Juga :  Said Iqbal Soroti Pajak JHT, Usul Korban PHK Dibebaskan dari Pungutan

Selain itu, Purbaya menemukan sejumlah barang impor yang sudah menyelesaikan proses administrasi tetapi tidak segera diambil oleh importir. Ia menilai kondisi ini membuat area pelabuhan semakin padat.

Purbaya menduga biaya penyimpanan di pelabuhan lebih murah dibandingkan gudang luar, sehingga importir cenderung membiarkan barang menumpuk.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ia meminta jajarannya menyiapkan aturan baru berupa denda bagi barang yang terlalu lama tidak diambil. Ia menekankan aturan itu harus tetap adil dan mempertimbangkan batas waktu penyimpanan yang wajar.

Baca Juga :  Aturan Baru Disiapkan, Sipil Bisa Duduki Jabatan di Lingkungan Polri

“Kalau kurang petugas, saya tambah. Bisa ambil dari Surabaya, Medan, Semarang, atau Banten,” katanya.

Meski menemukan masalah, Purbaya menilai lonjakan impor pada April–Mei menunjukkan pertumbuhan ekonomi domestik. Namun ia menegaskan pelabuhan harus mampu mengantisipasi lonjakan agar tidak menjadi hambatan logistik.

“Kita harus pastikan kenaikan impor tidak jadi bottleneck dan biaya logistik tetap terkendali,” ujarnya. (nr*)

Berita Terkait

Resmi Lulus! 33.785 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Siap Bertugas di Seluruh Indonesia
Romi Arizyanto Pulang ke Jambi, Siap Pimpin Kejari dan Perkuat Penegakan Hukum
121 Hakim Terancam Sanksi, KY Catat Lonjakan Pelanggaran Etik pada 2026
Polisi Bongkar 68 Kasus Obat Berbahaya di Jakarta Pusat, 92 Orang Ditangkap
Menkeu Purbaya Siapkan Tambahan Dana untuk 490 Daerah, Antisipasi Pemda Kesulitan Bayar Gaji ASN
Kejagung Ungkap Dugaan Pemborosan Rp10,5 Triliun di BGN Era Dadan, Chat Jadi Barang Bukti
Sudaryono Bersih-Bersih BGN, 261 Pegawai Bermasalah Langsung Dipecat
BMKG Optimalkan Channel WhatsApp untuk Sebarkan Informasi Cuaca dan Gempa Lebih Cepat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:51 WIB

Resmi Lulus! 33.785 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Siap Bertugas di Seluruh Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:49 WIB

Romi Arizyanto Pulang ke Jambi, Siap Pimpin Kejari dan Perkuat Penegakan Hukum

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:29 WIB

121 Hakim Terancam Sanksi, KY Catat Lonjakan Pelanggaran Etik pada 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:39 WIB

Polisi Bongkar 68 Kasus Obat Berbahaya di Jakarta Pusat, 92 Orang Ditangkap

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:31 WIB

Menkeu Purbaya Siapkan Tambahan Dana untuk 490 Daerah, Antisipasi Pemda Kesulitan Bayar Gaji ASN

Berita Terbaru