Ringgit Menguat, Warga Malaysia Serbu Nunukan! Kunjungan Meledak Tajam

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arus kedatangan warga negara Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka

Arus kedatangan warga negara Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka

Nunukan, jentik.id-Penguatan Ringgit Malaysia terhadap rupiah mendorong lonjakan aktivitas lintas batas di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Kabupaten Nunukan mencatat peningkatan signifikan kunjungan warga Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka.

Kantor Imigrasi Nunukan melaporkan kedatangan warga Malaysia pada Mei 2026 mencapai 2.286 orang. Angka ini naik tajam dibanding April yang hanya 1.007 orang.

Kepala Seksi TI Keimigrasian Imigrasi Nunukan, Donly Siahaan, menegaskan jumlah kunjungan naik lebih dari dua kali lipat seiring menguatnya Ringgit ke kisaran Rp4.500 per RM1.

Warga Malaysia datang ke Nunukan untuk berbagai keperluan, mulai dari mengunjungi keluarga, berwisata, hingga berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Empat WNA Asal China Ditangkap Imigrasi Jakbar, Diduga Jalankan Penipuan Online Berkedok Aplikasi Pembayaran

Donly menjelaskan hubungan sosial antara masyarakat Nunukan dan Tawau ikut menjaga tingginya mobilitas lintas batas. Aktivitas perdagangan tradisional juga masih berjalan aktif di kawasan tersebut.

Penguatan Ringgit juga berdampak pada harga barang impor di Nunukan. Dinas Perdagangan mencatat beberapa kenaikan, seperti:

  • Gula Malaysia naik dari Rp15.000 menjadi Rp17.000/kg
  • Minyak goreng naik ke Rp21.000–Rp22.000/liter
  • LPG 14 kg naik dari Rp230.000 menjadi Rp260.000
  • Beras 10 kg naik hingga sekitar Rp130.000
Baca Juga :  Pelindo Tanjung Priok Jadi Fokus Transformasi Pelabuhan dan Logistik Nasional

Kenaikan ini terjadi seiring menguatnya nilai tukar Ringgit sejak awal 2026, yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.500 per RM1.

Sementara itu, pergerakan warga Indonesia ke Tawau tetap stabil. Imigrasi Nunukan mencatat 5.000–6.900 warga negara Indonesia berangkat setiap bulan selama awal 2026.

Donly menegaskan aktivitas lintas batas dua arah tetap berjalan normal, meski dampak penguatan Ringgit lebih menguntungkan kunjungan warga Malaysia ke Indonesia sekaligus memengaruhi harga barang impor di Nunukan. (nr*)

Berita Terkait

DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM
Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon
Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga
Purbaya Sebut PFII Belum Mendesak Dibangun di IKN karena Kawasan Masih Sepi
Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite
KPK Lelang Aset Rampasan 25 Kasus Korupsi, Rp39,8 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026
7.000 Pekerja Terancam PHK, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Berencana Pindahkan Produksi ke Vietnam
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:11 WIB

DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:16 WIB

Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon

Senin, 20 Juli 2026 - 14:43 WIB

Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:40 WIB

Purbaya Sebut PFII Belum Mendesak Dibangun di IKN karena Kawasan Masih Sepi

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:48 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite

Berita Terbaru