Efisiensi Besar-besaran! Prabowo Tutup 240 BUMN, Ini Target Selanjutnya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Krui, Pesisie Barat, Lampung, Rabu (10/6/2026)  untuk mersesmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH. M. Thohir Krui. Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Krui, Pesisie Barat, Lampung, Rabu (10/6/2026) untuk mersesmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH. M. Thohir Krui. Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

JAKARTA, jentik.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah menutup sekitar 240 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan berencana melanjutkan penyederhanaan hingga 700–800 perusahaan.

Prabowo mengungkapkan, jumlah BUMN di awal pemerintahannya ternyata jauh lebih besar dari perkiraan, yakni lebih dari 1.000 perusahaan. Ia menilai banyak di antaranya tidak memberikan keuntungan dan justru membebani negara.

Ia menegaskan pemerintah akan terus melakukan penataan untuk menekan jumlah BUMN yang tidak sehat.

Baca Juga :  Prabowo Uji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

“Sekarang sudah sekitar 240 yang kita tutup. Targetnya bisa 700 sampai 800 perusahaan negara,” ujar Prabowo.

Menurutnya, langkah ini akan mengurangi beban anggaran negara, terutama dari struktur direksi dan komisaris yang selama ini menyerap biaya besar.

Prabowo menjelaskan, setiap perusahaan BUMN memiliki jajaran direksi dan komisaris yang tetap menerima gaji meski perusahaan merugi. Kondisi ini dinilai tidak efisien.

Ia menyebut penghematan dari penutupan ratusan BUMN bisa mencapai triliunan rupiah per tahun.

Baca Juga :  Relawan GSF Termasuk 9 WNI yang Ditahan Israel Dibebaskan, Kini Jalani Proses Deportasi

“Banyak yang tetap dapat gaji dan bonus meski rugi. Ini yang kita benahi,” tegasnya.

Pemerintah juga mendorong penyederhanaan anak usaha sejumlah BUMN melalui program streamlining. Beberapa perusahaan yang telah dirampingkan antara lain:

  • PT PLN (Persero)
  • PT Pupuk Indonesia
  • PT Telkom Indonesia
  • PT Pelindo
  • PTPN Group
  • PT Semen Indonesia

Pemerintah menggabungkan dan mengonsolidasikan anak usaha BUMN ke dalam struktur holding untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. (nr*)

Berita Terkait

Jangan Keliru! Ini Pembagian 10 Desil Ekonomi, dari Sangat Miskin hingga Paling Sejahtera
Prabowo Usulkan Skema Biaya Haji 2027 Sebesar 52:48, Ini Penjelasannya
Guruh Soekarnoputra Wafat, Prabowo Sampaikan Duka
Sekolah Bisa Beri Rating SPPG, Layanan MBG Segera Punya Aplikasi
STNK Digital Resmi Hadir, Bayar Tilang Kini Makin Praktis
Amran Tegaskan Pemerintah Tak Beri Ruang bagi Mafia Beras
Kanwil BPN Jatim Digeledah KPK, Kasus Suap HGB Makin Didalami
Ombudsman Sidak Lapas Cibinong, Kakanwil PAS Jabar Buka Fakta Soal Hunian
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:57 WIB

Jangan Keliru! Ini Pembagian 10 Desil Ekonomi, dari Sangat Miskin hingga Paling Sejahtera

Senin, 28 September 2026 - 20:20 WIB

Prabowo Usulkan Skema Biaya Haji 2027 Sebesar 52:48, Ini Penjelasannya

Sabtu, 26 September 2026 - 17:45 WIB

Guruh Soekarnoputra Wafat, Prabowo Sampaikan Duka

Jumat, 25 September 2026 - 20:44 WIB

Sekolah Bisa Beri Rating SPPG, Layanan MBG Segera Punya Aplikasi

Jumat, 25 September 2026 - 19:26 WIB

STNK Digital Resmi Hadir, Bayar Tilang Kini Makin Praktis

Berita Terbaru