Jakarta, Jentik.id –Komisi I DPR RI menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon. DPR juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengevaluasi sistem perlindungan pasukan dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia perlu melakukan peninjauan komprehensif terhadap aspek keamanan, kesiapan, serta pola penugasan prajurit dalam misi perdamaian, tanpa mengurangi komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global.
“Kami mendorong PBB untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mandat dan mekanisme perlindungan pasukan UNIFIL, agar sesuai dengan realitas ancaman yang berkembang di lapangan,” ujar Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan hal yang tidak boleh diabaikan oleh pihak mana pun, termasuk para pihak yang terlibat konflik.
Selain itu, Sukamta juga meminta adanya investigasi yang transparan dan akuntabel terkait insiden yang menewaskan Praka Rico, guna memastikan kejelasan serta pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut.
“Kami memandang perlindungan terhadap personel PBB harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan, termasuk dalam dinamika konflik yang melibatkan Israel dan aktor lainnya di kawasan,” katanya.
Menurutnya, pengorbanan prajurit dalam misi perdamaian tidak boleh sia-sia. Setiap insiden harus menjadi pengingat pentingnya sistem perlindungan yang kuat serta komitmen bersama dari komunitas internasional.
“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon. Ini adalah bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat konstitusi,” tuturnya
Diketahui, Praka Rico gugur setelah menjalani perawatan di Lebanon akibat luka yang dideritanya dari ledakan peluru kendali yang menghantam markas UNIFIL pada 29 Maret 2026.
Sukamta menilai insiden dan gugurnya Praka Rico tersebut menunjukkan adanya eskalasi situasi keamanan di wilayah operasi UNIFIL yang semakin berisiko bagi pasukan penjaga perdamaian.
“Serangan di wilayah operasi UNIFIL menunjukkan eskalasi signifikan yang menempatkan pasukan perdamaian dalam risiko tinggi,” ujarnya.
Dengan gugurnya Praka Rico, jumlah prajurit TNI yang wafat dalam misi UNIFIL di Lebanon kini menjadi empat orang,semoga para prajurit yang gugur mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutup Sukamta.(asy*)









