Komisi I DPR Sampaikan Duka atas Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico, Desak PBB Evaluasi Perlindungan UNIFIL

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Jentik.id –Komisi I DPR RI menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon. DPR juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengevaluasi sistem perlindungan pasukan dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia perlu melakukan peninjauan komprehensif terhadap aspek keamanan, kesiapan, serta pola penugasan prajurit dalam misi perdamaian, tanpa mengurangi komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global.

“Kami mendorong PBB untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mandat dan mekanisme perlindungan pasukan UNIFIL, agar sesuai dengan realitas ancaman yang berkembang di lapangan,” ujar Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan hal yang tidak boleh diabaikan oleh pihak mana pun, termasuk para pihak yang terlibat konflik.

Baca Juga :  Pemulangan Jenazah Praka Rico dari Lebanon ke Medan

Selain itu, Sukamta juga meminta adanya investigasi yang transparan dan akuntabel terkait insiden yang menewaskan Praka Rico, guna memastikan kejelasan serta pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut.

“Kami memandang perlindungan terhadap personel PBB harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan, termasuk dalam dinamika konflik yang melibatkan Israel dan aktor lainnya di kawasan,” katanya.

Menurutnya, pengorbanan prajurit dalam misi perdamaian tidak boleh sia-sia. Setiap insiden harus menjadi pengingat pentingnya sistem perlindungan yang kuat serta komitmen bersama dari komunitas internasional.

“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon. Ini adalah bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat konstitusi,” tuturnya

Baca Juga :  Kemenhaj Pastikan Asuransi Jamaah Wafat Tetap Cair

Diketahui, Praka Rico gugur setelah menjalani perawatan di Lebanon akibat luka yang dideritanya dari ledakan peluru kendali yang menghantam markas UNIFIL pada 29 Maret 2026.

Sukamta menilai insiden dan gugurnya Praka Rico tersebut menunjukkan adanya eskalasi situasi keamanan di wilayah operasi UNIFIL yang semakin berisiko bagi pasukan penjaga perdamaian.

“Serangan di wilayah operasi UNIFIL menunjukkan eskalasi signifikan yang menempatkan pasukan perdamaian dalam risiko tinggi,” ujarnya.

Dengan gugurnya Praka Rico, jumlah prajurit TNI yang wafat dalam misi UNIFIL di Lebanon kini menjadi empat orang,semoga para prajurit yang gugur mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutup Sukamta.(asy*)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Jusuf Kalla, Bahas Berbagai Isu Strategis dalam Suasana Akraban
Guncang Kasus MBG! Kejagung Kembali Tetapkan Tersangka Baru Korupsi
Aturan Baru Disiapkan, Sipil Bisa Duduki Jabatan di Lingkungan Polri
Kemenhaj Pastikan Asuransi Jamaah Wafat Tetap Cair
Sebanyak 1.555 Narapidana Pindah ke Lapas Sengeti, Lapas Jambi Disiapkan Jadi Rutan
Purbaya Kaget Sidak Tanjung Priok, Ribuan Kontainer Tertahan
Tak Lagi Bergantung APBN, BGN Dorong Pembangunan SPPG Lewat CSR dan Kantin Sekolah
Rekam Jejak Dino Patti Djalal, Diplomat Senior yang Aktif Soroti Isu Internasional
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:45 WIB

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Jusuf Kalla, Bahas Berbagai Isu Strategis dalam Suasana Akraban

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:08 WIB

Guncang Kasus MBG! Kejagung Kembali Tetapkan Tersangka Baru Korupsi

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:17 WIB

Aturan Baru Disiapkan, Sipil Bisa Duduki Jabatan di Lingkungan Polri

Senin, 8 Juni 2026 - 08:12 WIB

Kemenhaj Pastikan Asuransi Jamaah Wafat Tetap Cair

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:03 WIB

Sebanyak 1.555 Narapidana Pindah ke Lapas Sengeti, Lapas Jambi Disiapkan Jadi Rutan

Berita Terbaru