Modus Baru Penipuan Terbongkar, OJK Sebut Korban Dijanjikan Cuan dari Drama China

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Drama China. Foto: Qianjin/Shutterstock

Ilustrasi Drama China. Foto: Qianjin/Shutterstock

JAKARTA, jentik.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap sejumlah modus investasi dan pekerjaan online ilegal yang merugikan masyarakat. Salah satunya menawarkan tugas menonton drama China dengan iming-iming keuntungan dari pembelian hak cipta film.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) menghentikan enam kegiatan usaha sepanjang Mei 2026 setelah menemukan indikasi praktik penipuan.

Platform YUDIA menjadi salah satu yang masuk daftar tersebut. Platform itu menawarkan tugas menonton film China dan membeli hak cipta film dengan janji keuntungan kepada peserta.

OJK Ungkap Berbagai Modus Penipuan

Satgas PASTI juga menghentikan operasional CANTVR. Platform itu mencatut identitas pihak lain dan menawarkan investasi saham IPO secara ilegal.

Baca Juga :  Mulai September 2026 Kontrak PPPK Paruh Waktu Habis, Bisakah Langsung Jadi PPPK Penuh Waktu?

Satgas berikutnya menghentikan Magento. Platform tersebut meminta pengguna membuat akun e-commerce dan menyetor dana dengan iming-iming komisi.

OJK juga menemukan Appeninc yang menawarkan bayaran setelah peserta menonton iklan.

Selain itu, VID menggabungkan tugas menonton iklan dengan proyek pembiayaan fiktif.

Satgas turut menghentikan Sensenowai karena menawarkan investasi aset kripto melalui skema copy trading.

OJK Tingkatkan Pengawasan

Dicky menegaskan OJK akan terus memperkuat pengawasan terhadap pelaku usaha jasa keuangan.

Sepanjang 1 Januari hingga 20 Mei 2026, OJK menjatuhkan 48 peringatan tertulis kepada 44 pelaku usaha jasa keuangan (PUJK).

OJK juga mengeluarkan lima instruksi tertulis kepada lima PUJK. Selain itu, OJK memberikan 17 sanksi denda kepada 15 PUJK.

Baca Juga :  Wamentan Sudaryono Tegas, Pabrik Sawit Beli TBS Murah Bisa Dicabut Izinnya

Di sektor market conduct, OJK menjatuhkan 17 sanksi administratif berupa peringatan tertulis dan 11 sanksi administratif berupa denda.

IASC Blokir Ratusan Ribu Rekening

Indonesia Anti Scam Center (IASC) terus memblokir rekening yang pelaku gunakan untuk menjalankan penipuan digital.

Hingga 20 Mei 2026, IASC memblokir 504.447 rekening. Nilai dana yang berhasil diamankan mencapai Rp633,5 miliar.

OJK mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada investasi atau pekerjaan online yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

OJK juga meminta masyarakat memeriksa legalitas setiap platform sebelum mengirim uang atau melakukan investasi. (nr*)

Berita Terkait

TNI Tangkap Tiga Anggota OPM di Maybrat, Komandan Batalyon Ikut Diamankan
Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran, Budi Arie Tegaskan Wapres Tak Akan Mundur
Kemenhaj Rilis Jadwal Haji 2027, Ini Tanggal Keberangkatan Kloter Pertama
Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan
KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:14 WIB

TNI Tangkap Tiga Anggota OPM di Maybrat, Komandan Batalyon Ikut Diamankan

Minggu, 1 November 2026 - 07:54 WIB

Kemenhaj Rilis Jadwal Haji 2027, Ini Tanggal Keberangkatan Kloter Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Berita Terbaru

Wawako Azahar Hamzah, Ceo Toko Ensd Garuda, serangkaian kegiatan Funrun meraton 5 K dan 10 K serangkaian peringatan HUT  Ke-18 Kota Sungai Penuh yang digelar dilapangan Merdeka Sungai Penuh  Minggu 1 Noprmber 2026 diikuti 500 peserta dari masyarakat dan berbagai komonitas.

Sport

Berita poto kegiatan Funrun

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:26 WIB

Salah satu dapur MBG

Padang Panjang

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 11:56 WIB