Jakarta, jentik.id – Nilai tukar rupiah melemah 78 poin atau 0,46 persen pada penutupan perdagangan Kamis menjadi Rp17.090 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.012 per dolar AS.
Analis Research & Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange, Tiffani Safinia, menilai pasar masih menunggu kepastian implementasi kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Ia menjelaskan, pelaku pasar mencermati kejelasan pembukaan jalur energi global, termasuk Selat Hormuz.
Sebelumnya, AS menerima proposal berisi 10 poin sebagai dasar negosiasi untuk mengakhiri konflik. Proposal itu mencakup jaminan non-agresi terhadap Iran, pengakuan hak pengayaan uranium, serta pencabutan sanksi utama dan sekunder AS.
Selain itu, proposal juga memuat penghentian resolusi Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional, pembayaran kompensasi, penarikan pasukan AS, serta penghentian konflik di berbagai wilayah, termasuk Lebanon.
Meski begitu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa proses negosiasi belum mengakhiri perang. Iran tetap mensyaratkan pemenuhan seluruh ketentuan sebelum mencapai kesepakatan final.
Di sisi lain, situasi memanas setelah Israel melancarkan serangan udara besar di wilayah selatan Beirut. Serangan itu menargetkan lebih dari 100 lokasi dalam waktu singkat dan menimbulkan ratusan korban jiwa.
Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan penghentian konflik di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan AS–Iran. Donald Trump juga menegaskan bahwa konflik di Lebanon merupakan isu terpisah karena melibatkan Hizbullah.
Menurut Tiffani, meski ada kesepakatan gencatan senjata sementara, pasar belum merespons positif secara penuh. Ketidakpastian di kawasan Asia Barat masih menekan sentimen.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjaga harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global. Situasi ini mendorong penguatan dolar AS dan menekan rupiah.
Dari dalam negeri, ia melihat sentimen terhadap rupiah juga masih terbatas. Perlambatan ekspor, tekanan cadangan devisa, serta kekhawatiran fiskal ikut menahan penguatan mata uang.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga melemah ke level Rp17.082 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.009 per dolar AS. (nr*)





![Mobil bekas dijual. [sumber : cintamobil.com]](https://jentik.id/wp-content/uploads/2026/04/Harga-Mobil-bekas-225x129.gif)



