Vonis Mengejutkan! Eks Kadishub Kerinci Dihukum Paling Berat di Kasus PJU

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majelis hakim membacakan vonis hukuman kepada terdakwa

Majelis hakim membacakan vonis hukuman kepada terdakwa

JAMBI, jentik.id – Pengadilan menjatuhkan vonis dalam kasus korupsi pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Kerinci. Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kerinci, Heri Cipta, menerima hukuman paling berat dibanding terdakwa lain.

Majelis hakim menyatakan seluruh terdakwa melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Hakim kemudian menjatuhkan vonis tertinggi kepada Heri Cipta.

Selain Heri, beberapa terdakwa lain menjalani hukuman penjara rata-rata 1 tahun 2 bulan serta membayar denda Rp100 juta dengan subsider 60 hari kurungan.

Amri Nurman menjalani hukuman 1 tahun 2 bulan penjara dan membayar uang pengganti Rp281 juta. Fahmi juga menjalani hukuman yang sama dengan kewajiban membayar Rp143 juta.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan di Tanjab Barat, Motif Sakit Hati Terungkap

Helpi Apriadi menjalani hukuman serupa dengan kewajiban membayar Rp239 juta. Jefron membayar uang pengganti terbesar, yakni Rp605 juta, dan tetap menjalani hukuman 1 tahun 2 bulan penjara.

Reki Eka Fictoni menjalani hukuman yang sama dengan kewajiban membayar Rp222 juta.

Berbeda dengan terdakwa lain, Yuses Alkadira Mitas tidak membayar uang pengganti. Majelis hakim menilai Yuses tidak menikmati kerugian negara, namun tetap menjatuhkan hukuman 1 tahun 2 bulan penjara dan denda Rp100 juta.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Modus BBM Subsidi Ilegal di Kerinci, Dua Pelaku Tak Berkutik

Kasus ini menarik perhatian publik karena berkaitan dengan proyek infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat. Penyimpangan dalam pengadaan PJU merugikan keuangan negara sekaligus menghambat pelayanan publik.

Setelah hakim membacakan putusan, seluruh terdakwa menyatakan pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk mengajukan banding.

Kasus ini menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah, khususnya pada sektor pelayanan publik. (nr*)

Berita Terkait

Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka KPK, Diduga Peras ASN Lewat Pemotongan Insentif
Polda Jambi Bongkar Sindikat Peretas Bank Jambi, Tiga Pelaku Lokal Ditangkap
Mahfud MD Soroti Kasus Febrie, KPK Akhirnya Buka Suara
Mahasiswa di Bungo Ditangkap usai Curi Dompet Ibu Muda, Aksinya Terekam CCTV
Kejagung Pastikan Tangani Kasus Febrie Adriansyah Secara Hati-Hati, Bentuk Tim Penyidik Khusus
Arca Buddha Abad ke-8 Asal Indonesia Yang Dijarah Dikembalikan Jaksa Amerika Serikat
Profil Don Ritto, Pengacara Alumni Unja yang Jadi Tersangka Bersama Febrie Adriansyah
Tan Kian Jadi Salah Satu Saksi dalam Kasus PT ASABRI yang Menyeret Nama Febrie Adriansyah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:18 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka KPK, Diduga Peras ASN Lewat Pemotongan Insentif

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:05 WIB

Polda Jambi Bongkar Sindikat Peretas Bank Jambi, Tiga Pelaku Lokal Ditangkap

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:46 WIB

Mahfud MD Soroti Kasus Febrie, KPK Akhirnya Buka Suara

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:44 WIB

Mahasiswa di Bungo Ditangkap usai Curi Dompet Ibu Muda, Aksinya Terekam CCTV

Senin, 13 Juli 2026 - 20:15 WIB

Kejagung Pastikan Tangani Kasus Febrie Adriansyah Secara Hati-Hati, Bentuk Tim Penyidik Khusus

Berita Terbaru