Dua WNI Disekap di Myanmar, Kemlu Bergerak Cepat Lacak Lokasi dan Siapkan Penyelamatan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dikumpulkan untuk pendataan setibanya dari Myanmar di Terminal 2, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/1/2026).

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dikumpulkan untuk pendataan setibanya dari Myanmar di Terminal 2, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/1/2026).

Jakarta, jentik.id– Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus mengupayakan penyelamatan dua warga negara Indonesia (WNI) perempuan yang berada dalam penyekapan di Myanmar. KBRI Yangon berkoordinasi secara intensif dengan otoritas setempat untuk melacak keberadaan keduanya.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan KBRI Yangon langsung bergerak setelah menerima laporan pada 15 Juli 2026. Petugas menelusuri informasi dengan menghubungi keluarga korban di Indonesia dan sejumlah sumber di lapangan.

Pada 16 Juli, KBRI Yangon mengirim nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Myanmar. Melalui langkah itu, Indonesia meminta bantuan untuk menelusuri dan memastikan lokasi kedua WNI.

KBRI Yangon juga menyertakan salinan paspor kedua korban sebagai dokumen pendukung proses pencarian.

Baca Juga :  Iran Hantam Jet Tempur AS! F-15E Jatuh, Operasi Penyelamatan Berlangsung

KBRI Percepat Proses Penelusuran

Heni mengungkapkan KBRI Yangon sudah mengantongi petunjuk awal mengenai lokasi dua WNI berinisial AE dan S. Pelaku diduga menyekap keduanya dan meminta uang tebusan sebesar Rp200 juta.

KBRI Yangon terus menggali informasi bersama otoritas Myanmar dan sejumlah pihak terkait. Tim berharap dapat memastikan lokasi serta kondisi kedua korban agar proses penyelamatan segera berjalan.

Kemlu juga menjalin komunikasi rutin dengan keluarga korban untuk mengumpulkan informasi yang dapat membantu pencarian.

Selama proses berlangsung, Kemlu akan terus berkoordinasi dengan pemerintah Myanmar serta kementerian dan lembaga terkait di Indonesia.

Kemlu Ingatkan Bahaya Kerja Nonprosedural

Heni menegaskan kasus ini menunjukkan besarnya risiko yang mengancam WNI yang bekerja di luar negeri melalui jalur nonprosedural. Risiko itu semakin tinggi pada pekerjaan yang berkaitan dengan penipuan dan judi daring.

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah, 32 WNI Dievakuasi dari Iran

Karena itu, Kemlu mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri tanpa prosedur resmi. Kemlu juga meminta masyarakat memeriksa setiap tawaran kerja secara teliti agar terhindar dari perdagangan orang dan penipuan.

Video yang beredar di media sosial memicu perhatian publik terhadap kasus ini. Dalam rekaman tersebut, dua perempuan memperlihatkan tangan yang terikat, mengaku berada dalam penyekapan di Myanmar, serta memohon bantuan agar dapat kembali ke Indonesia. Mereka juga mengaku pelaku memberi batas waktu untuk membayar tebusan hingga ratusan juta rupiah agar bisa memperoleh kebebasan. (nr*)

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka dan WNI Diminta Waspada
Jelang Pidato Presiden Filipina, Polisi Temukan Bom Rakitan dan Tingkatkan Pengamanan
Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Tetapkan Darurat Nasional, Ribuan Warga Dievakuasi
Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi di Hotel Mewah London Terungkap, Pengadilan Inggris Buka Fakta Baru
Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp671,8 Triliun, Menhan Pete Hegseth Minta Tambahan Dana
Inggris Resmi Bersiap Punya PM Baru, Andy Burnham Ambil Alih Kepemimpinan
Badai Dahsyat Hantam Prancis, 13.000 Rumah Masih Gelap dan Transportasi Lumpuh
China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:40 WIB

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka dan WNI Diminta Waspada

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:12 WIB

Jelang Pidato Presiden Filipina, Polisi Temukan Bom Rakitan dan Tingkatkan Pengamanan

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:20 WIB

Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Tetapkan Darurat Nasional, Ribuan Warga Dievakuasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:54 WIB

Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi di Hotel Mewah London Terungkap, Pengadilan Inggris Buka Fakta Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:55 WIB

Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp671,8 Triliun, Menhan Pete Hegseth Minta Tambahan Dana

Berita Terbaru