DPRD Jambi Kejar PI 10 Persen Migas, BUMD Diberi Waktu 7 Hari untuk Negosiasi Ulang

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syarif Fasha menghadiri pertemuan pembahasan PI bersama Pansus DPRD Provinsi Jambi, Rabu (12/8/2026).

Syarif Fasha menghadiri pertemuan pembahasan PI bersama Pansus DPRD Provinsi Jambi, Rabu (12/8/2026).

JAMBI, jentik.id – DPRD Provinsi Jambi terus mendorong daerah untuk mendapatkan porsi maksimal Participating Interest (PI) 10 persen dalam pengelolaan minyak dan gas bumi (migas).

Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Jambi menggelar rapat kerja bersama BUMD, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina, serta sejumlah pihak terkait pada Rabu (12/8/2026).

Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Fasha, pimpinan DPRD Jambi, perwakilan perusahaan migas, dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi turut menghadiri rapat di Ruang Banggar DPRD Provinsi Jambi.

Rapat tersebut membahas percepatan realisasi PI 10 persen sekaligus mencari kesepakatan mengenai porsi yang dapat diterima daerah.

Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi Samsul Ridwan mengatakan rapat belum menghasilkan keputusan akhir. Ia meminta BUMD kembali bernegosiasi dengan PetroChina untuk memperjuangkan porsi PI 10 persen.

“Rapat ini belum final. Pihak BUMD yang berhubungan langsung secara business to business (B2B) dengan PetroChina harus kembali melakukan negosiasi supaya daerah bisa maksimal mendapatkan 10 persen,” ujar Samsul, Rabu (12/8/2026).

PetroChina Ajukan PI 7 Persen

Dalam rapat tersebut, PetroChina mengajukan porsi PI sebesar 7 persen. Pihak KKKS menyebut pertimbangan keekonomian sebagai dasar pengajuan angka tersebut.

Namun, DPRD Jambi meminta BUMD tidak langsung menerima tawaran itu. Pansus meminta pihak terkait menunjukkan kajian dan perhitungan ekonomi yang jelas.

Samsul meminta PetroChina menuangkan dasar penawaran 7 persen secara tertulis. DPRD kemudian dapat mempelajari perhitungan tersebut dan menilai dasar pengajuannya.

Baca Juga :  Cabai Rawit Tembus Rp90 Ribu, DPRD Jambi Dorong Sidak Pasar Intensif

“Angka itu bukan asal sebut saja, harus benar-benar ada kajian keekonomiannya,” tegas Samsul.

DPRD Beri Waktu 7 Hari Kerja

DPRD Jambi memberikan waktu tujuh hari kerja kepada BUMD untuk melanjutkan negosiasi dengan PetroChina.

Dalam waktu tersebut, BUMD harus kembali membahas porsi PI dan berupaya mendapatkan angka yang lebih menguntungkan bagi daerah.

DPRD juga meminta BUMD mempelajari alasan PetroChina menawarkan PI sebesar 7 persen. Kajian tersebut penting untuk melihat apakah angka tersebut sesuai dengan kondisi keekonomian proyek.

Samsul menegaskan DPRD ingin melindungi kepentingan daerah dalam kerja sama pengelolaan migas.

“Kami berikan ruang waktu 7 hari kerja untuk bisa maksimal. Soal angka 7 persen yang diminta KKKS, kami minta dituangkan secara tertulis agar bisa dikaji bersama,” katanya.

Kejati Jambi Dukung PI 10 Persen

Upaya Pansus I DPRD Jambi mengejar PI 10 persen juga mendapat dukungan dari Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Jambi.

Kejati Jambi menilai porsi 10 persen menjadi pilihan terbaik bagi daerah. Jika BUMD memilih porsi di bawah angka tersebut, pihak terkait harus menyiapkan kajian hukum dan ekonomi yang kuat.

Pandangan tersebut menjadi salah satu pertimbangan DPRD dalam meminta BUMD melanjutkan proses negosiasi.

DPRD ingin setiap keputusan mengenai besaran PI memiliki dasar yang jelas, baik dari sisi hukum maupun keekonomian.

Baca Juga :  Viral hingga Mancanegara! Rentak Kudo Kerinci, Musik Tradisional Jambi yang Bikin Dunia Melirik

PI 10 Persen Bisa Dongkrak PAD

DPRD Jambi menilai PI 10 persen memiliki nilai strategis bagi daerah. Porsi tersebut dapat membuka peluang bagi Jambi untuk memperoleh tambahan pendapatan dari sektor migas.

Selain mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengelolaan PI juga dapat memperkuat peran BUMD dalam mengembangkan bisnis di sektor energi.

Karena itu, Pansus I DPRD Jambi meminta BUMD terus memperjuangkan porsi maksimal dan tidak berhenti pada tawaran 7 persen sebelum mengkaji dasar perhitungannya.

Samsul mengatakan DPRD akan terus mengawal proses negosiasi agar daerah memperoleh manfaat optimal dari pengelolaan sumber daya migas.

“Pandangan Asdatun Kejati Jambi menjelaskan paling bagus itu 10 persen. Jika di bawah itu, harus ada kajian hukum dan ekonomi yang jelas,” ujarnya.

Menunggu Hasil Negosiasi BUMD

Kini DPRD Jambi menunggu hasil negosiasi BUMD dengan PetroChina dalam waktu tujuh hari kerja.

Pansus akan menggunakan hasil pembahasan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya.

DPRD berharap BUMD dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan daerah tanpa mengabaikan aspek keekonomian dan aturan hukum yang berlaku.

Perjuangan mendapatkan PI 10 persen menjadi bagian penting dari upaya Jambi mengoptimalkan manfaat sumber daya migas. DPRD juga berharap kerja sama tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah sekaligus memperkuat BUMD di sektor energi. (nr*)

Berita Terkait

Jelang HUT ke-18, Wali Kota Sungai Penuh Ancam Viralkan Warga yang Buang Sampah Sembarangan
Bonus Fantastis! Pemkab Kerinci Guyur Juara MTQ dengan Hadiah Rp40 Juta
Anggota DPRD Jambi Amrizal Ditahan dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Keterangan Ijazah
Hujan Deras Picu Banjir di Padang Pariaman, Rumah Warga dan Dapur MBG Ikut Kebanjiran
Pendidikan Suku Talang Mamak Jadi Perhatian, BPMP Jambi Siapkan Program Kelas Bergerak
PPPK Paruh Waktu Pekanbaru Bersiap! Pemkot Targetkan Status Penuh Waktu Januari 2027
Pemancing yang Hanyut di Solok Selatan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup
Lantik Ketua TP-PKK Kecamatan, Wali Kota Alfin Dorong Kader Lebih Kreatif dan Kompak
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 20:55 WIB

Jelang HUT ke-18, Wali Kota Sungai Penuh Ancam Viralkan Warga yang Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 7 November 2026 - 19:46 WIB

Bonus Fantastis! Pemkab Kerinci Guyur Juara MTQ dengan Hadiah Rp40 Juta

Sabtu, 7 November 2026 - 16:38 WIB

Anggota DPRD Jambi Amrizal Ditahan dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Keterangan Ijazah

Sabtu, 7 November 2026 - 11:26 WIB

Pendidikan Suku Talang Mamak Jadi Perhatian, BPMP Jambi Siapkan Program Kelas Bergerak

Sabtu, 7 November 2026 - 09:19 WIB

PPPK Paruh Waktu Pekanbaru Bersiap! Pemkot Targetkan Status Penuh Waktu Januari 2027

Berita Terbaru