Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erupsi Gunung Semeru

Erupsi Gunung Semeru

Lumajang, Jentik.id- Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi di tengah kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Erupsi tersebut disertai guguran lava pijar dengan jarak luncur mencapai 1.500 meter ke arah tenggara atau menuju kawasan Besuk Kobokan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan aktivitas erupsi tersebut terjadi pada Sabtu (5/9/2026).

“Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke tenggara,” ujar Liswanto dalam laporan tertulisnya.

Baca Juga :  Kisah Heroik ASN Selamatkan Diri dari Kebakaran Gedung D Kemendagri Diselimuti Asap Tebal

Selain guguran lava pijar, petugas mencatat sembilan kali letusan dengan tinggi kolom abu berkisar antara 300 hingga 800 meter di atas puncak. Asap berwarna kelabu tebal teramati condong ke arah barat.

Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Baca Juga :  Si Jago Merah Lahap Permukiman Warga di Sebukar Kerinci, Lima Armada Damkar Dikerahkan

Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, serta banjir lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru.

Kondisi ini menjadi perhatian karena aktivitas vulkanik berlangsung ketika kebakaran hutan di kawasan TNBTS masih terjadi. Masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan terdampak diimbau mengikuti arahan petugas serta tidak mendekati zona berbahaya.
(asy*)

Berita Terkait

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB