Rencana Ekspor 1 Juta Ton Beras Bulog Tuai Kritik, DPR Ingatkan Ancaman Krisis Pangan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Firman Soebagyo Anggota DPR RI Fraksi Golkar

Firman Soebagyo Anggota DPR RI Fraksi Golkar

Jakarta, jentik.id–Rencana Perum Bulog mengekspor hingga 1 juta ton beras ke sejumlah negara Asia memicu kritik dari DPR RI. Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo, meminta pemerintah tidak tergesa-gesa melepas stok beras ke pasar internasional.

Firman menilai pemerintah harus menghitung kebijakan ekspor secara matang. Ia menegaskan, keputusan strategis seperti ini berisiko menekan pasokan dalam negeri jika tidak dikendalikan dengan baik. Selain itu, pengalaman masa lalu menunjukkan ekspor beras justru pernah memicu lonjakan harga di pasar domestik.

Ia mengingatkan, Indonesia pernah mengekspor beras sebelum menghadapi cuaca ekstrem. Akibatnya, pemerintah kesulitan memenuhi kebutuhan dalam negeri dan akhirnya harus membuka keran impor. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Baca Juga :  Tak Lagi Bergantung APBN, BGN Dorong Pembangunan SPPG Lewat CSR dan Kantin Sekolah

Firman juga menyoroti dampak El Niño 2023 yang menyebabkan kemarau panjang dan penurunan produksi beras. Menurutnya, fenomena iklim seperti El Niño dan La Niña kini semakin sulit diprediksi dan berpotensi memicu gagal panen.

Karena itu, ia menegaskan pemerintah harus memprioritaskan penguatan cadangan beras nasional. Jika cadangan belum aman, ekspor beras justru berisiko menimbulkan kelangkaan dan kenaikan harga yang langsung membebani masyarakat.

Firman juga menekankan peran Perum Bulog sebagai penyangga pangan nasional. Menurutnya, Bulog tidak hanya berfungsi sebagai pelaku bisnis, tetapi juga harus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di dalam negeri.

Baca Juga :  Bea Masuk LPG dan Bahan Plastik Resmi Nol Persen, Ini Dampaknya untuk Industri

Selain itu, ia mendorong pemerintah meningkatkan produksi beras melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Ia juga meminta penguatan sistem peringatan dini cuaca agar pemerintah dapat merespons ancaman iklim lebih cepat.

Di akhir pernyataannya, Firman mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, Bulog, hingga petani, untuk memperkuat kolaborasi. Ia menegaskan, kebijakan pangan harus berpihak pada rakyat dan tidak bersifat spekulatif. (wn/*)

Berita Terkait

Menkeu Purbaya Siapkan Tambahan Dana untuk 490 Daerah, Antisipasi Pemda Kesulitan Bayar Gaji ASN
Kejagung Ungkap Dugaan Pemborosan Rp10,5 Triliun di BGN Era Dadan, Chat Jadi Barang Bukti
Sudaryono Bersih-Bersih BGN, 261 Pegawai Bermasalah Langsung Dipecat
BMKG Optimalkan Channel WhatsApp untuk Sebarkan Informasi Cuaca dan Gempa Lebih Cepat
Destry Damayanti Jadi Pjs Gubernur BI Usai Perry Warjiyo Mundur, Ini Rekam Jejaknya
KPK Temukan Uang Rp4 Miliar di Rumah Kadis PUPR Bengkulu, Kasus Korupsi Baru Terbongkar
Mulai September 2026 Kontrak PPPK Paruh Waktu Habis, Bisakah Langsung Jadi PPPK Penuh Waktu?
Menko Polkam Serukan Gerakan Bersama Berantas Narkotika, Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:31 WIB

Menkeu Purbaya Siapkan Tambahan Dana untuk 490 Daerah, Antisipasi Pemda Kesulitan Bayar Gaji ASN

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:51 WIB

Kejagung Ungkap Dugaan Pemborosan Rp10,5 Triliun di BGN Era Dadan, Chat Jadi Barang Bukti

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:25 WIB

Sudaryono Bersih-Bersih BGN, 261 Pegawai Bermasalah Langsung Dipecat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:54 WIB

BMKG Optimalkan Channel WhatsApp untuk Sebarkan Informasi Cuaca dan Gempa Lebih Cepat

Senin, 27 Juli 2026 - 19:39 WIB

Destry Damayanti Jadi Pjs Gubernur BI Usai Perry Warjiyo Mundur, Ini Rekam Jejaknya

Berita Terbaru