Diduga Tak Sesuai Anggaran, Program MBG di Pati Diprotes Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu melakukan aksi damai di depan SPPG Tlogowungu 1 dengan membawa sound sistem, Jumat siang (27/2/2026).(KOMPAS.com/ Kafi)

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu melakukan aksi damai di depan SPPG Tlogowungu 1 dengan membawa sound sistem, Jumat siang (27/2/2026).(KOMPAS.com/ Kafi)

PATI, jentik.id – Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu menggelar aksi damai di depan SPPG Tlogowungu 1, Jumat (27/2/2026). Mereka memprotes menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena menilai isinya tidak sesuai anggaran pemerintah.

Massa memulai aksi dari GOR Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu. Setelah berorasi singkat, mereka berjalan ke SPPG dan menyampaikan aspirasi langsung kepada kepala satuan pelayanan. Awalnya tujuh orang ikut aksi, lalu kegiatan itu menarik perhatian warga dan pengguna jalan Pati–Tlogowungu.

Koordinator aksi, Muhammad Ali Sobbri, menyebut pihaknya menemukan menu berisi satu jeruk kecil, empat telur puyuh, dan satu roti kering. Ia menilai paket tersebut hanya bernilai sekitar Rp5.000 jika mengacu harga pasar.

Baca Juga :  Kejagung Ungkap Dugaan Pemborosan Rp10,5 Triliun di BGN Era Dadan, Chat Jadi Barang Bukti

“Anggarannya disebut Rp8.000 per paket. Di lapangan kami temukan sekitar Rp5.000. Selisihnya ke mana?” ujarnya.

Ali juga menerima laporan siswa tentang jeruk yang busuk. Ia mempertanyakan mengapa pengelola tidak menghadirkan ahli gizi untuk memastikan kelayakan makanan.

Ia menegaskan akan mengerahkan massa lebih besar jika pihak terkait tidak memberi penjelasan terbuka.

Sementara itu, Kepala SPPG Tlogowungu 1, Fikky Adrian Listyanto, menerima kritik warga dan menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan layanan.

Baca Juga :  Andre Rosiade vs Mahasiswa! Ini Fakta 86% Anggaran MBG Mengalir ke Rakyat

Ia menjelaskan SPPG menjalankan program sesuai pagu Rp7.900 per paket. Ia memastikan pengelola mengikuti aturan Disperindag dan menyusun pertanggungjawaban sesuai regulasi.

Fikky menyebut SPPG Tlogowungu 1 melayani 35 sekolah. Saat aksi berlangsung, petugas tetap mendistribusikan makanan. Namun, ia menghentikan operasional sementara untuk menghormati warga dan media.

Kapolsek Tlogowungu, Iptu Mujahid, memastikan aksi berlangsung tertib dan kondusif. Aparat mengerahkan sekitar 115 personel gabungan setelah menerima informasi potensi massa hingga 1.000 orang.

Forkopimcam Tlogowungu berencana memberi masukan terkait penetapan harga agar polemik tidak berlanjut. (nr*)

Berita Terkait

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta
TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026
Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra
Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas
Kesal Hanya Diberi Rp5 Ribu, Karyawan di Jambi Nekat Bawa Kabur Motor Bos
Nagari Ramai-ramai Tolak Tol Sicincin-Bukittinggi
Lansia di Talang Bakung Dibekap dan Dirampok, Polisi Berhasil Ringkus Sejoli Pelaku
Fortuner Diduga Hilang Kendali, IRT Tewas Usai Motor yang Dikendarainya Ditabrak di Telanaipura
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:47 WIB

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:59 WIB

TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29 WIB

Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:02 WIB

Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:21 WIB

Kesal Hanya Diberi Rp5 Ribu, Karyawan di Jambi Nekat Bawa Kabur Motor Bos

Berita Terbaru