Apa Itu Desil? Begini Cara Cek dan Pengaruhnya ke Bansos

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi desil

ilustrasi desil

JAKARTA, jentik.id – Pemerintah tidak membagikan bantuan sosial (bansos) secara merata. Pemerintah menggunakan sistem desil untuk menentukan penerima berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Desil merupakan pengelompokan masyarakat menjadi 10 tingkat ekonomi, dari paling rendah hingga paling tinggi. Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan sebuah keluarga.

Pemerintah menyusun data ini melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang terintegrasi dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Kemensos memperbarui data tersebut secara berkala agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

Berikut pembagian desil:

  • Desil 1: masyarakat paling miskin
  • Desil 2: miskin
  • Desil 3: hampir miskin
  • Desil 4: rentan miskin
  • Desil 5: menengah bawah
  • Desil 6–10: kelompok menengah ke atas
Baca Juga :  Mudah dan Cepat! Begini Cara Cek Penerima PKH dan BPNT April 2026

Pemerintah menjadikan desil sebagai acuan utama penyaluran bantuan sosial.
Masyarakat pada desil 1–4 berhak menerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Sementara desil 1–5 berpeluang menerima bantuan sembako (BPNT) dan bantuan iuran BPJS Kesehatan (PBI-JK).

Sebaliknya, masyarakat pada desil di atas 5 umumnya tidak masuk prioritas karena pemerintah menilai kondisi ekonominya sudah cukup mampu. Namun, petugas tetap melakukan verifikasi lapangan sebelum menetapkan penerima.

Pemerintah juga dapat mencoret penerima bansos meski masuk desil tertentu. Hal ini terjadi jika data tidak valid, identitas tidak ditemukan, penerima meninggal dunia, atau bekerja sebagai ASN, TNI, Polri, maupun pegawai BUMN/BUMD.

Baca Juga :  Jadwal Bansos PKH BPNT 2026 Tahap 2 dan Cara Cek

Selain bansos, pemerintah juga memakai data desil untuk sektor pendidikan, khususnya jalur afirmasi bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Masyarakat dapat mengecek status desil secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos atau situs resmi cekbansos.kemensos.go.id. Pengguna cukup memasukkan data diri sesuai KTP, lalu sistem akan menampilkan kategori desil, jenis bantuan, dan status penerimaan.

Jika data tidak sesuai, masyarakat bisa mengajukan perbaikan melalui desa, dinas sosial, atau langsung lewat aplikasi Cek Bansos.

Dengan memahami desil, masyarakat dapat mengetahui peluang menerima bansos sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran. (nr*)

Berita Terkait

Reuni Akbar SMP Negeri 2 Sungai Penuh Semarak, Permainan KIM Hibur Ratusan Alumni
Warga Sambut Antusias Program 342 Anak Di Khitanan Gratis, Minker Wujud Nyata Kepedulian Sosial Di Tengah Masyarakat
Wako Alfin Buka Khitanan Massal Minang Kerinci, Diikuti Lebih dari 120 Anak Berjalan Sukses.
Kapolda Jateng Bagikan 1.000 Pasang Sepatu Gratis untuk Pelajar di Sukoharjo
Peserta Sunat Massal Gratis Digelar Minker Bertambah Jadi 300 Anak, Panitia Libatkan 7 Tim Medis
Pemuda Pancasila Kerinci Bersilaturahmi dan Tunjukkan Empati atas Musibah Kebakaran Rumah Orang Tua Dewan Penasehat
Sesepuh HKK Pekanbaru-Dumai H. Sukman Lepas Jenazah Lima Korban Kecelakaan Maut Tol Pekanbaru–Dumai
PT Jasa Raharja Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Maut Tol Pekanbaru–Dumai, Santunan Korban Segera Disalurkan
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:30 WIB

Reuni Akbar SMP Negeri 2 Sungai Penuh Semarak, Permainan KIM Hibur Ratusan Alumni

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:40 WIB

Warga Sambut Antusias Program 342 Anak Di Khitanan Gratis, Minker Wujud Nyata Kepedulian Sosial Di Tengah Masyarakat

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:51 WIB

Wako Alfin Buka Khitanan Massal Minang Kerinci, Diikuti Lebih dari 120 Anak Berjalan Sukses.

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:25 WIB

Kapolda Jateng Bagikan 1.000 Pasang Sepatu Gratis untuk Pelajar di Sukoharjo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:06 WIB

Peserta Sunat Massal Gratis Digelar Minker Bertambah Jadi 300 Anak, Panitia Libatkan 7 Tim Medis

Berita Terbaru