Jakarta, jentik.id–Banyak masyarakat belum memahami faktor yang memengaruhi penentuan status ekonomi dalam program bantuan sosial. Padahal, sejumlah indikator sederhana dapat membuat seseorang masuk kategori desil tinggi atau dianggap lebih mampu.
Oleh karena itu, pemerintah menilai kondisi ekonomi warga dari berbagai aspek. Selanjutnya, hasil penilaian ini menentukan apakah seseorang berhak menerima bantuan sosial atau tidak.
Indikator Penilaian Status Ekonomi
Berikut ini, beberapa faktor yang dapat meningkatkan status ekonomi seseorang:
1. Memiliki kredit di bank
Pertama, akses kredit menunjukkan kemampuan finansial dan tingkat kepercayaan dari lembaga keuangan. Selain itu, bank hanya memberikan pinjaman kepada nasabah yang dinilai mampu membayar. Dengan demikian, sistem menilai pemilik kredit memiliki kondisi ekonomi yang relatif stabil.
2. Memiliki cicilan motor
Selanjutnya, kepemilikan kendaraan mencerminkan daya beli, meski masih dalam proses cicilan. Di sisi lain, motor juga menjadi alat mobilitas penting. Karena itu, kemampuan mencicil menunjukkan kestabilan keuangan.
3. Memiliki emas di pegadaian
Kemudian, emas tetap dihitung sebagai aset berharga. Bahkan, emas mudah dicairkan dan memiliki nilai tinggi. Oleh sebab itu, kepemilikannya menunjukkan adanya cadangan kekayaan.
4. Menggunakan paylater atau pinjaman online
Selain itu, penggunaan layanan keuangan digital menunjukkan akses terhadap sistem finansial modern. Dengan kata lain, aktivitas ini mencerminkan adanya riwayat transaksi yang tercatat.
5. Memiliki tabungan di atas Rp5 juta
Berikutnya, tabungan menunjukkan kondisi keuangan yang lebih stabil. Artinya, seseorang masih memiliki sisa penghasilan setelah memenuhi kebutuhan pokok.
6. Ada anggota keluarga yang bermain judi online
Namun demikian, aktivitas ini juga memengaruhi penilaian sosial-ekonomi. Pasalnya, sistem dapat membaca pola transaksi digital. Akibatnya, aktivitas tersebut sering dikaitkan dengan perputaran uang yang tidak mencerminkan kondisi rentan.
7. Memiliki sertifikat tanah
Selanjutnya, kepemilikan tanah menunjukkan adanya aset tetap. Di samping itu, nilai tanah cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Dengan begitu, sistem menilai pemiliknya memiliki kekayaan jangka panjang.
8. Memiliki 2 motor atau 1 mobil
Kemudian, jumlah kendaraan mencerminkan tingkat kesejahteraan. Semakin banyak kendaraan, maka semakin besar kemampuan ekonomi rumah tangga.
9. Rumah permanen (beton/lantai keramik)
Selain itu, kondisi rumah menggambarkan taraf hidup. Sebagai contoh, rumah permanen menunjukkan kemampuan finansial yang lebih baik.
10. Pendapatan di atas UMK
Berikutnya, penghasilan tinggi menandakan kondisi ekonomi yang lebih mapan. Oleh karena itu, individu dengan pendapatan di atas UMK dinilai mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
11. Ada anggota keluarga ASN/PNS
Di sisi lain, pekerjaan tetap memberikan penghasilan rutin. Dengan demikian, ASN/PNS dianggap memiliki tingkat keamanan ekonomi yang lebih tinggi.
12. Memiliki BPJS Ketenagakerjaan
Selanjutnya, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan keterlibatan dalam sektor formal. Artinya, seseorang memiliki pekerjaan tetap dan perlindungan kerja.
13. Daya listrik rumah tinggi
Kemudian, konsumsi listrik mencerminkan kemampuan ekonomi. Semakin besar daya listrik, maka semakin banyak perangkat elektronik yang digunakan.
14. Pekerjaan suami/istri
Terakhir, pekerjaan aktif memperkuat kondisi ekonomi rumah tangga. Dengan kata lain, adanya penghasilan rutin menunjukkan kestabilan finansial.
Dasar Penyaluran Bantuan Sosial
Secara keseluruhan, pemerintah menggabungkan seluruh data tersebut untuk menyusun desil ekonomi. Dengan demikian, penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran.
Oleh sebab itu, masyarakat perlu memahami indikator ini. Dengan memahami hal tersebut, masyarakat tidak akan salah paham ketika tidak menerima bantuan atau saat status ekonomi mereka berubah. (nr*)









