Bali, jentik.id – Psikiater mengingatkan bahwa kedekatan antara orang tua dan anak menjadi fondasi penting dalam mendorong perubahan sosial, khususnya dalam implementasi kebijakan pembatasan penggunaan media sosial pada anak.
dr. Made Wedastra, SpKJ (K), dari Rumah Sakit Jiwa Bangli, Bali, menegaskan bahwa hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak sangat berperan dalam keberhasilan penerapan pembatasan tersebut.
“Dalam pembatasan media sosial, peran orang tua sangat penting untuk memahami anak, mengerti emosi mereka, serta mampu memvalidasi perasaan anak,” ujar dr. Made Wedastra.
Menurutnya, komunikasi yang baik akan membantu anak memahami alasan di balik pembatasan. Sebaliknya, jika pembatasan dilakukan secara sepihak tanpa pendekatan emosional, hal itu justru berpotensi membuat anak menjadi pemberontak.
Ia menambahkan, anak-anak generasi Z dan Alfa tumbuh di era digital, sehingga kehidupan mereka tidak terlepas dari teknologi. Oleh karena itu, orang tua harus hadir sebagai pendamping, bukan sekadar pemberi aturan.
“Pembatasan tanpa pendampingan dan penjelasan dapat membuat anak menjadi lebih emosional, kurang memahami teknologi secara sehat, serta menurunkan rasa percaya diri,” jelasnya.
Lebih lanjut, penggunaan gawai yang berlebihan dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak. Untuk itu, ia memberikan panduan penggunaan gawai berdasarkan usia:
Usia di bawah 2 tahun ,tidak dianjurkan menggunakan gawai sama sekali.
Usia 2–6 tahun, maksimal kurang dari 1 jam per hari dengan pendampingan.
Usia di atas 6 tahun, maksimal 2 jam per hari, tetap dengan pengawasan orang tua.
Menurutnya, usia di bawah 12 tahun merupakan fase penting dalam perkembangan sosial dan emosional. Paparan berlebihan terhadap gawai dan media sosial dapat mengganggu kemampuan anak dalam mengatur emosi, meningkatkan risiko perilaku membangkang, serta menurunkan konsentrasi.
Selain itu, paparan sinar biru dari layar gawai juga berdampak pada kesehatan mata dan dapat mengganggu pola tidur anak.
Untuk mencegah kecanduan gawai, orang tua disarankan mengajak anak melakukan berbagai aktivitas positif sesuai usia, seperti bermain lego, olahraga ringan, membaca buku bersama, melukis, hingga berkebun. ***






![Mobil bekas dijual. [sumber : cintamobil.com]](https://jentik.id/wp-content/uploads/2026/04/Harga-Mobil-bekas-225x129.gif)


