Ribuan Kecurangan Terungkap di SNBT 2026, 256 Ribu Peserta Tetap Lolos PTN

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta menjalani Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Negeri Jakarta, Rabu (22/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Peserta menjalani Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Negeri Jakarta, Rabu (22/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

JAKARTA, jentik.id – Panitia Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 mengumumkan sebanyak 256.369 peserta lolos masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Jumlah itu hanya 29,42 persen dari total 871.496 peserta yang mengikuti seleksi tahun ini.

SNBT 2026 melibatkan 146 perguruan tinggi negeri, termasuk PTN akademik, PTN vokasi, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, mengatakan daya tampung SNBT tahun ini mencapai 286.864 kursi. Namun, panitia hanya mengisi 256.369 kursi melalui jalur SNBT.

Menurut Eduart, sisa kuota sekitar 10 persen akan dialihkan ke jalur mandiri di masing-masing perguruan tinggi.

Ia menegaskan PTN tidak bisa menambah kuota secara sembarangan. Kampus harus menyesuaikan penerimaan mahasiswa dengan kesiapan fasilitas, tenaga pengajar, dan kualitas layanan pendidikan.

Eduart juga menyebut minat masyarakat mengikuti SNBT terus meningkat. Pada 2024, jumlah peserta tercatat 785.058 orang. Angka itu naik menjadi 871.496 peserta pada 2026.

Dari total peserta, sebanyak 251.991 orang mendaftar melalui program KIP Kuliah. Dari jumlah tersebut, 86.118 peserta berhasil lolos SNBT 2026.

Ribuan Kecurangan Terjadi, Mayoritas Pilih Prodi Kedokteran

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencatat 1.751 pelanggaran selama pelaksanaan UTBK-SNBT 2026. Hampir seluruh kasus berasal dari peserta yang memilih Program Studi Kedokteran.

Baca Juga :  Dewan Pers Gelar Fun Walk Bersama Insan Media Dan Menteri HAM Peringati World Press Freedom Day 2026

Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan sekitar 99 persen pelaku kecurangan memilih Fakultas Kedokteran.

Panitia menemukan berbagai modus kecurangan, mulai dari penggunaan joki, manipulasi lokasi ujian, hingga penggunaan alat elektronik saat ujian berlangsung.

Untuk mengantisipasi kecurangan, panitia menggunakan teknologi face recognition dan kecerdasan buatan (AI). Sistem tersebut mencocokkan foto peserta dengan data ujian tahun-tahun sebelumnya.

Brian mengatakan panitia berhasil membongkar satu jaringan kecurangan yang menawarkan jasa kepada orang tua peserta.

“Kami menemukan jaringan yang memang sengaja menawarkan praktik kecurangan kepada peserta,” ujar Brian.

Panitia juga menjadwalkan seluruh peserta prodi Kedokteran dan Kedokteran Gigi mengikuti ujian pada hari pertama dan kedua sebagai langkah pengawasan tambahan.

38 Peserta Masuk Daftar Hitam PTN

Eduart Wolok mengungkapkan panitia memasukkan 38 peserta ke daftar hitam PTN karena terbukti melakukan kecurangan.

Sebanyak 27 peserta menggunakan joki, sementara 11 peserta lainnya memakai alat terlarang saat ujian berlangsung.

Panitia akan menyebarkan daftar nama tersebut ke seluruh PTN di Indonesia. Peserta yang masuk daftar hitam tidak bisa mengikuti jalur penerimaan mahasiswa berikutnya di PTN mana pun.

Baca Juga :  Kapolri Mutasi Besar-besaran, 9 Kapolda dan 108  jabatan  Strategis Dilingkung Polisi

Sementara itu, pelanggaran yang bersifat individual hanya berujung diskualifikasi dari UTBK, tetapi peserta masih bisa mengikuti jalur mandiri.

Panitia juga mencatat berbagai pelanggaran lain, seperti mencontek, memfoto soal, ketidaksesuaian foto peserta, hingga dokumen yang tidak lengkap.

Selain peserta, satu teknisi ruangan juga kedapatan melanggar aturan karena memfoto soal ujian.

UI dan Polban Jadi Kampus Paling Diminati

Universitas Indonesia (UI) menjadi PTN akademik paling diminati pada SNBT 2026. Sebanyak 100.253 peserta memilih UI.

Setelah UI, kampus dengan peminat terbanyak antara lain Universitas Sebelas Maret, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Negeri Jakarta.

Untuk kategori PTN vokasi, Politeknik Negeri Bandung menjadi kampus paling diminati. Beberapa politeknik luar Jawa juga masuk daftar favorit, seperti Politeknik Negeri Medan, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Negeri Padang, dan Politeknik Negeri Batam.

Eduart menyebut tren peminat PTN mulai menyebar ke berbagai daerah meski kampus di Pulau Jawa masih mendominasi.

Sementara itu, Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja D4 Universitas Sebelas Maret menjadi prodi dengan peminat terbanyak pada SNBT 2026. (nr*)

Berita Terkait

Masjid Al Aqsha BSD Potong 198 Hewan Qurban, Daging Disalurkan hingga Aceh dan NTT
Polemik APBN Sapi Kurban Presiden, Menag Tegaskan: untuk Semua Lapisan Masyarakat
Deposito BRI Kini Lebih Praktis, Nasabah Bisa Buka Langsung Lewat BRImo
Efek Domino dari Jambi Bikin Sumatera Gelap, Ini Penyebab PLTU Butuh Waktu Lama Pulih
Banyak Jemaah Tertipu di Jambi, Ini Panduan Pilih Travel Umrah Resmi
Komisi XIII Tegaskan Tembak untuk Lumpuhkan Begal Bukan Pelanggaran HAM
Dana Rp10,6 Triliun Siap Digelontorkan, Mendagri Desak Daerah Bergerak Cepat Pascabencana
Relawan GSF Termasuk 9 WNI yang Ditahan Israel Dibebaskan, Kini Jalani Proses Deportasi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:43 WIB

Masjid Al Aqsha BSD Potong 198 Hewan Qurban, Daging Disalurkan hingga Aceh dan NTT

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:24 WIB

Polemik APBN Sapi Kurban Presiden, Menag Tegaskan: untuk Semua Lapisan Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:04 WIB

Deposito BRI Kini Lebih Praktis, Nasabah Bisa Buka Langsung Lewat BRImo

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:09 WIB

Ribuan Kecurangan Terungkap di SNBT 2026, 256 Ribu Peserta Tetap Lolos PTN

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:39 WIB

Efek Domino dari Jambi Bikin Sumatera Gelap, Ini Penyebab PLTU Butuh Waktu Lama Pulih

Berita Terbaru