Kurs Anjlok ke Rp17.090, Pasar Dibayangi Ketegangan Global

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Jakarta, jentik.id – Nilai tukar rupiah melemah 78 poin atau 0,46 persen pada penutupan perdagangan Kamis menjadi Rp17.090 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.012 per dolar AS.

Analis Research & Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange, Tiffani Safinia, menilai pasar masih menunggu kepastian implementasi kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Ia menjelaskan, pelaku pasar mencermati kejelasan pembukaan jalur energi global, termasuk Selat Hormuz.

Sebelumnya, AS menerima proposal berisi 10 poin sebagai dasar negosiasi untuk mengakhiri konflik. Proposal itu mencakup jaminan non-agresi terhadap Iran, pengakuan hak pengayaan uranium, serta pencabutan sanksi utama dan sekunder AS.

Selain itu, proposal juga memuat penghentian resolusi Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional, pembayaran kompensasi, penarikan pasukan AS, serta penghentian konflik di berbagai wilayah, termasuk Lebanon.

Baca Juga :  Rupiah Tertekan ke Rp17.529, BI Bongkar Penyebab di Balik Pelemahan Ini

Meski begitu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa proses negosiasi belum mengakhiri perang. Iran tetap mensyaratkan pemenuhan seluruh ketentuan sebelum mencapai kesepakatan final.

Di sisi lain, situasi memanas setelah Israel melancarkan serangan udara besar di wilayah selatan Beirut. Serangan itu menargetkan lebih dari 100 lokasi dalam waktu singkat dan menimbulkan ratusan korban jiwa.

Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan penghentian konflik di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan AS–Iran. Donald Trump juga menegaskan bahwa konflik di Lebanon merupakan isu terpisah karena melibatkan Hizbullah.

Baca Juga :  Tak Semua Bisa Lewat! Iran Hanya Izinkan Negara Tertentu di Selat Hormuz

Menurut Tiffani, meski ada kesepakatan gencatan senjata sementara, pasar belum merespons positif secara penuh. Ketidakpastian di kawasan Asia Barat masih menekan sentimen.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjaga harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global. Situasi ini mendorong penguatan dolar AS dan menekan rupiah.

Dari dalam negeri, ia melihat sentimen terhadap rupiah juga masih terbatas. Perlambatan ekspor, tekanan cadangan devisa, serta kekhawatiran fiskal ikut menahan penguatan mata uang.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga melemah ke level Rp17.082 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.009 per dolar AS. (nr*)

Berita Terkait

Masjid Al Aqsha BSD Potong 198 Hewan Qurban, Daging Disalurkan hingga Aceh dan NTT
Polemik APBN Sapi Kurban Presiden, Menag Tegaskan: untuk Semua Lapisan Masyarakat
Deposito BRI Kini Lebih Praktis, Nasabah Bisa Buka Langsung Lewat BRImo
Ribuan Kecurangan Terungkap di SNBT 2026, 256 Ribu Peserta Tetap Lolos PTN
Efek Domino dari Jambi Bikin Sumatera Gelap, Ini Penyebab PLTU Butuh Waktu Lama Pulih
Banyak Jemaah Tertipu di Jambi, Ini Panduan Pilih Travel Umrah Resmi
Komisi XIII Tegaskan Tembak untuk Lumpuhkan Begal Bukan Pelanggaran HAM
Dana Rp10,6 Triliun Siap Digelontorkan, Mendagri Desak Daerah Bergerak Cepat Pascabencana
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:43 WIB

Masjid Al Aqsha BSD Potong 198 Hewan Qurban, Daging Disalurkan hingga Aceh dan NTT

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:24 WIB

Polemik APBN Sapi Kurban Presiden, Menag Tegaskan: untuk Semua Lapisan Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:04 WIB

Deposito BRI Kini Lebih Praktis, Nasabah Bisa Buka Langsung Lewat BRImo

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:09 WIB

Ribuan Kecurangan Terungkap di SNBT 2026, 256 Ribu Peserta Tetap Lolos PTN

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:39 WIB

Efek Domino dari Jambi Bikin Sumatera Gelap, Ini Penyebab PLTU Butuh Waktu Lama Pulih

Berita Terbaru