Efek Konflik AS-Iran! Harga Minyak Tembus USD 100, Pasar Panik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orang-orang berdiri di tengah reruntuhan bangunan Universitas Teknologi Sharif, yang rusak akibat serangan, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Teheran, Iran, Selasa (7/4/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS

Orang-orang berdiri di tengah reruntuhan bangunan Universitas Teknologi Sharif, yang rusak akibat serangan, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Teheran, Iran, Selasa (7/4/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS

Amerika Serikat, jentik.id-Harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus USD 100 per barel pada Senin (13/4). Kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan tersebut dan memperpanjang konflik.

Mengutip laporan Reuters, harga minyak Brent naik USD 7,11 atau 7,47 persen menjadi USD 102,31 per barel pada pukul 22.04 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga melonjak ke USD 104,43 per barel setelah naik USD 7,86 atau 8,14 persen.

Rencana Angkatan Laut Amerika Serikat untuk memblokade Selat Hormuz mendorong kenaikan harga. Langkah ini berpotensi mengganggu aliran minyak global, terutama dari kawasan Teluk.

Baca Juga :  IRGC Konfirmasi Kematian Komandan AL Iran Alireza Tangsiri Usai Serangan AS-Israel

Presiden Donald Trump menyatakan militer AS segera menjalankan blokade tersebut. Ia menilai langkah itu perlu setelah perundingan gagal sekaligus memperbesar risiko runtuhnya gencatan senjata yang masih rapuh.

Komando Pusat AS menegaskan pihaknya akan mengawasi dan membatasi lalu lintas kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran mulai Senin waktu setempat. Kebijakan ini berpotensi menahan sekitar 2 juta barel minyak per hari.

Analis energi menilai kebijakan tersebut langsung menekan pasokan global. Mereka menyebut pasar kembali masuk ke fase ketidakpastian yang lebih berat dibanding sebelum gencatan senjata.

Baca Juga :  Krisis Iran Memicu Konsolidasi, Arab Saudi Undang Menlu Negara Muslim

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran memperingatkan akan menindak tegas kapal militer yang mendekati Selat Hormuz. Iran menilai langkah itu melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Data pelayaran menunjukkan tiga kapal tanker melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (11/4). Namun pada Senin, hanya satu kapal berbendera Iran yang tetap berlabuh di kawasan tersebut.

Sementara itu, Arab Saudi memulihkan kapasitas penuh distribusi minyak melalui pipa East-West hingga sekitar 7 juta barel per hari. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. (nr*)

Berita Terkait

Indonesia Gandeng Rusia, Pasokan Minyak dan LPG Siap Mengalir
Prabowo Subianto Dan Vladimir Putin Bahas Isu Strategis Kerja Sama 5 Jam.
Prabowo Terbang ke Moskow, Bahas Energi dan Geopolitik dengan Vladimir Putin
Dampak Konflik Timur Tengah, 32 WNI Dievakuasi dari Iran
Diserang Rudal di Laut Arab! 3 ABK WNI Selamat dan Dievakuasi ke Karachi
Israel Hujani Lebanon dengan Serangan Udara, 13 Personel Keamanan Tewas
Konflik Kian Panas, Israel Klaim Naim Qassem Tewas Diserang
Tak Semua Bisa Lewat! Iran Hanya Izinkan Negara Tertentu di Selat Hormuz
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:38 WIB

Prabowo Subianto Dan Vladimir Putin Bahas Isu Strategis Kerja Sama 5 Jam.

Senin, 13 April 2026 - 16:00 WIB

Efek Konflik AS-Iran! Harga Minyak Tembus USD 100, Pasar Panik

Senin, 13 April 2026 - 14:07 WIB

Prabowo Terbang ke Moskow, Bahas Energi dan Geopolitik dengan Vladimir Putin

Senin, 13 April 2026 - 14:00 WIB

Dampak Konflik Timur Tengah, 32 WNI Dievakuasi dari Iran

Sabtu, 11 April 2026 - 18:00 WIB

Diserang Rudal di Laut Arab! 3 ABK WNI Selamat dan Dievakuasi ke Karachi

Berita Terbaru

Wako Alfin audiensi bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia di Kementerian Kesehatan RI, Selasa (14/04/2026).

Kesehatan

Alfin Audiensi ke Kemenkes, Bahas Layanan Kesehatan

Rabu, 15 Apr 2026 - 17:30 WIB

Dok: Fin News

Nasional

Program Makan Bergizi Gratis Tepat Sasaran?

Rabu, 15 Apr 2026 - 16:28 WIB