Amerika Serikat, jentik.id-Harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus USD 100 per barel pada Senin (13/4). Kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan tersebut dan memperpanjang konflik.
Mengutip laporan Reuters, harga minyak Brent naik USD 7,11 atau 7,47 persen menjadi USD 102,31 per barel pada pukul 22.04 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga melonjak ke USD 104,43 per barel setelah naik USD 7,86 atau 8,14 persen.
Rencana Angkatan Laut Amerika Serikat untuk memblokade Selat Hormuz mendorong kenaikan harga. Langkah ini berpotensi mengganggu aliran minyak global, terutama dari kawasan Teluk.
Presiden Donald Trump menyatakan militer AS segera menjalankan blokade tersebut. Ia menilai langkah itu perlu setelah perundingan gagal sekaligus memperbesar risiko runtuhnya gencatan senjata yang masih rapuh.
Komando Pusat AS menegaskan pihaknya akan mengawasi dan membatasi lalu lintas kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran mulai Senin waktu setempat. Kebijakan ini berpotensi menahan sekitar 2 juta barel minyak per hari.
Analis energi menilai kebijakan tersebut langsung menekan pasokan global. Mereka menyebut pasar kembali masuk ke fase ketidakpastian yang lebih berat dibanding sebelum gencatan senjata.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran memperingatkan akan menindak tegas kapal militer yang mendekati Selat Hormuz. Iran menilai langkah itu melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Data pelayaran menunjukkan tiga kapal tanker melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (11/4). Namun pada Senin, hanya satu kapal berbendera Iran yang tetap berlabuh di kawasan tersebut.
Sementara itu, Arab Saudi memulihkan kapasitas penuh distribusi minyak melalui pipa East-West hingga sekitar 7 juta barel per hari. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. (nr*)









