JAMBI, jentik.id – Polda Jambi memecat empat anggota polisi melalui upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) di lapangan Mapolda Jambi, Jumat (24/4/2026) pagi.
Empat anggota yang menerima sanksi PTDH yaitu Brigpol Derry Adriansyah, Briptu Yosva Rengga, Bripda Samson Pardamean, dan Bripda Nabil Ijlal Fadlul.
Keempat anggota tersebut melanggar kode etik profesi Polri sehingga institusi mengambil tindakan tegas berupa pemecatan.
Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H Siregar, memimpin langsung upacara itu. Ia menegaskan PTDH menjadi bukti komitmen Polri dalam menindak setiap pelanggaran anggota.
Menurutnya, upacara ini juga mengingatkan seluruh personel agar selalu menjaga integritas dan nama baik institusi.
“Setiap anggota harus menjunjung tinggi integritas. Tidak ada toleransi, terlebih jika merugikan masyarakat dan mencoreng institusi Polri,” ujar Krisno.
Setelah membacakan surat keputusan pemberhentian, petugas langsung melepas seragam secara seremonial.
Dua dari empat polisi tersebut menjadi tersangka kasus rudapaksa. Sementara itu, pihak kepolisian belum menjelaskan kasus yang menjerat dua anggota lainnya.
Dalam upacara itu, dua polisi hadir secara langsung. Sementara dua lainnya tidak hadir dan menjalani proses secara in absentia.
Kapolda kembali menegaskan bahwa tindakan tegas ini menunjukkan keseriusan pimpinan Polri dalam menjaga disiplin dan menegakkan kode etik profesi.
“Upacara PTDH hari ini menjadi wujud komitmen pimpinan Polri terhadap setiap pelanggaran Kode Etik Profesi Polri,” tegasnya. (nr*)









