Anak di Bawah Umur Dibatasi Mengakses Media Sosial

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, jentik.id —Tidak semua pihak perlu mengadopsi teknologi secara menyeluruh. Setiap pengguna harus mempertimbangkan manfaat serta potensi dampaknya, terutama untuk melindungi anak di ruang digital.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengingatkan masyarakat agar lebih selektif memanfaatkan teknologi. Ia menekankan pentingnya penggunaan teknologi untuk kegiatan produktif, khususnya di lingkungan pesantren dan sektor pertanian.

Meutya menyampaikan hal itu dalam Forum Diskusi Digitalisasi Koperasi untuk Kesejahteraan Petani dan Penguatan Ketahanan Pangan Nasional di Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/04).

Baca Juga :  Guru Garda Terdepan, Penentu Masa Depan dan Keberlanjutan Bangsa

Ia menjelaskan bahwa pengelola pesantren harus menerapkan teknologi secara terukur dan tepat guna, terutama untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan.

Lebih lanjut, Meutya menegaskan bahwa pemerintah menetapkan kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Pemerintah menerapkan kebijakan ini untuk melindungi anak dari dampak negatif teknologi digital.

“Pemerintah melarang anak di bawah usia 16 tahun mengakses media sosial,” tegasnya.

Baca Juga :  Siswa Komcad ASN Dari Kementerian Jalani Latihan Simulasi Tempur

Ia juga mengajak para pelajar, khususnya siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), untuk berperan sebagai agen literasi digital. Mereka diharapkan dapat mengedukasi lingkungan sekitar tentang penggunaan teknologi yang sehat.

“Langkah ini penting untuk meminimalkan dampak negatif teknologi sekaligus memastikan generasi muda memanfaatkannya secara bijak dan produktif. Para pelajar harus menjadi duta yang mengingatkan adik-adiknya agar menjauhi media sosial sebelum usia 16 tahun serta membatasi penggunaan gim,” pungkasnya.(asy*)

Berita Terkait

Kapolres Kerinci Ingatkan Siswa SMAN 2 Sungai Penuh Bijak Bermedia Sosial Dan Jauhi Narkoba
PGRI Karinci Raih Piagam Penghargaan Tata Kelola Keuangan Dan Tertib Administrasi Terbaik 2026
Lima Kepala SMP Negeri di Sungai Penuh Diganti .
Guru Garda Terdepan, Penentu Masa Depan dan Keberlanjutan Bangsa
Waka DPR RI Sari Yuliati Desak Usut Tuntas Dugaan Keracunan 352 Siswa Akibat MBG
SMA N 3 Koto Baru Sungai Penuh Berbenah, Optimalisasi Peran Siswa Dan Guru
Bupati Kerinci Monadi Pendidikan Salah Satu Jalan Keluar Dari Kemiskinan
STIA Nusantara Sakti Wisuda 167 Lulusan Sarjana dan Diploma Tahun Akademik 2025/2026
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Kapolres Kerinci Ingatkan Siswa SMAN 2 Sungai Penuh Bijak Bermedia Sosial Dan Jauhi Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:22 WIB

PGRI Karinci Raih Piagam Penghargaan Tata Kelola Keuangan Dan Tertib Administrasi Terbaik 2026

Jumat, 18 September 2026 - 21:54 WIB

Lima Kepala SMP Negeri di Sungai Penuh Diganti .

Minggu, 13 September 2026 - 13:11 WIB

Guru Garda Terdepan, Penentu Masa Depan dan Keberlanjutan Bangsa

Sabtu, 12 September 2026 - 19:06 WIB

Waka DPR RI Sari Yuliati Desak Usut Tuntas Dugaan Keracunan 352 Siswa Akibat MBG

Berita Terbaru