Perkuat Ekosistem Kawasan IKN, Dua Perusahaan Investasi Rp1,2 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan IKN terus berkembang dua perusahan bersar akan investasi besar sektor perumahan  hotel da Pendidikan

Kawasan IKN terus berkembang dua perusahan bersar akan investasi besar sektor perumahan hotel da Pendidikan

Kaltim.jentik.id — Upaya memperkuat ekosistem kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan progres positif. Dua perusahaan besar, PT Dian Jaya Indonesia dan PT Biru Makmur Abadi, menanamkan investasi dengan total nilai mencapai Rp1,2 triliun.

Investasi tersebut mencakup pembangunan apartemen, hotel, pusat olahraga (sport center), hingga restoran. Kehadiran berbagai fasilitas ini diharapkan mampu menambah ragam layanan perkotaan sekaligus mendukung kesiapan IKN sebagai ibu kota negara yang modern dan berdaya saing.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari percepatan pembangunan proyek komersial dan fasilitas pendukung di kawasan inti.
“Investasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kawasan IKN agar semakin siap sebagai ibu kota negara,” ujar Basuki, Sabtu (2/5).

Baca Juga :  Setelah Ramai Dikritik, Cholil Nafis Minta Maaf!

Ia menjelaskan, PT Dian Jaya Indonesia yang merupakan anak usaha dari Dian Development Co. Ltd. asal Korea Selatan akan mengembangkan proyek apartemen dan hotel di kawasan WP KIPP Sub WP 1B, tepatnya di area Pusat Pendidikan (Education Precinct) di Sepaku.

Proyek tersebut direncanakan mulai dibangun pada triwulan IV 2026 di atas lahan seluas sekitar 33.201 meter persegi, dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp1,15 triliun.

Selain itu, perusahaan juga akan menghadirkan fasilitas pendukung lain dengan nilai investasi sekitar Rp50 miliar guna menunjang aktivitas kawasan pendidikan dan masyarakat sekitar.

Wakil Direktur PT Dian Jaya Indonesia, Cheong Seung Hwa, menyebut kawasan IKN memiliki prospek yang sangat menjanjikan.

Baca Juga :  Kejagung Periksa Kajari Karo Buntut Polemik Kasus Amsal

“Dengan konsep kota pintar (smart city), kepastian regulasi, serta insentif fiskal, potensi peningkatan nilai properti dan bisnis di masa depan akan sangat signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, PT Biru Makmur Abadi akan mengembangkan fasilitas pusat olahraga dan restoran di kawasan KIPP 1C, yang berada di sekitar kompleks SMA Taruna Nusantara dan Universitas Gunadarma.

Direktur PT Biru Makmur Abadi, Abdul Rohman, menilai IKN sebagai peluang investasi jangka panjang yang strategis. Menurutnya, konsep kota cerdas dan hijau yang diusung pemerintah sejalan dengan tren global, sehingga memberikan daya tarik kuat bagi para investor.(asy*)

Berita Terkait

Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi? Ini Rincian Terbarunya Tahun Ini
Mengapa Ki Hajar Dewantara Disebut Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah dan Jasanya
Driver Ojol “Ngos-ngosan” Kejar Rp150 Ribu, Menanti Janji Potongan 8 Persen dari Pemerintah
Reshuffle di Kementerian PU! 7 Pejabat Eselon I Resmi Dilantik
Gaji Debt Collector di Indonesia: Tarif Tarik Kendaraan Bisa Capai Rp20 Juta
Jadwal Bansos PKH BPNT 2026 Tahap 2 dan Cara Cek
Cek Bansos Kemensos Mei 2026, Ini Nominal PKH dan BPNT Tahap 2
Ribuan Massa Buruh Dari Berbagai Serikat Pekerja Padati Kawasan Monas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:28 WIB

Perkuat Ekosistem Kawasan IKN, Dua Perusahaan Investasi Rp1,2 Triliun

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:06 WIB

Mengapa Ki Hajar Dewantara Disebut Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah dan Jasanya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:06 WIB

Driver Ojol “Ngos-ngosan” Kejar Rp150 Ribu, Menanti Janji Potongan 8 Persen dari Pemerintah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:00 WIB

Reshuffle di Kementerian PU! 7 Pejabat Eselon I Resmi Dilantik

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:09 WIB

Gaji Debt Collector di Indonesia: Tarif Tarik Kendaraan Bisa Capai Rp20 Juta

Berita Terbaru

Pantagon akan menarik pasukannya 5.000 personel secara betahab dari srkutunya Jerman (dok.google)

Keamanan

Pantagon Akan  Kurangi Pasukannya Di Jerman

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:54 WIB